Ikuti Kami

Adian Tegaskan PDI Perjuangan Besar karena Militansi, Bukan Karena Uang

Dulu satu kopi muter, satu rokok muter. Tapi justru di situ ada rasa kebersamaan yang luar biasa

Adian Tegaskan PDI Perjuangan Besar karena Militansi, Bukan Karena Uang
PAC PDI Perjuangan Ciracas gelar Diskusi 30 Tahun Peristiwa Kudatuli - Foto: Alvin/Gesuri.id

Jakarta, Gesuri.id – Wasekjen DPP PDI Perjuangan Bidang Komunikasi Adian Napitupulu menegaskan kekuatan PDI Perjuangan dibangun oleh semangat perjuangan para kader, bukan oleh kekuatan finansial.

Hal itu disampaikan Adian dalam Diskusi Tapak Tilas 30 Tahun Tragedi Kudatuli di Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (25/7).

Menurut Adian, pada Pemilu 1999 PDI Perjuangan belum memiliki kekuatan politik maupun sumber daya yang besar.

"Pemilu 1999 kita tidak punya anggota DPR RI, tidak punya DPRD, tidak punya bupati, tidak punya apa-apa," ujarnya.

Namun, kata dia, partai memiliki modal yang jauh lebih penting, yakni semangat juang para kader.

"Yang kita punya cuma satu, yaitu semangat. Itu yang menurut saya sekarang justru mulai hilang," katanya.

Adian mengenang kehidupan para aktivis saat itu sangat sederhana.

Mereka berkumpul tanpa fasilitas mewah, berbagi sebatang rokok, bergantian minum secangkir kopi, hingga mengerjakan seluruh kebutuhan perjuangan secara gotong royong.

"Dulu satu kopi muter, satu rokok muter. Tapi justru di situ ada rasa kebersamaan yang luar biasa," ujarnya.

Ia berharap semangat tersebut dapat dihidupkan kembali oleh kader-kader muda PDI Perjuangan.

"Saya ingin kader muda punya daya tempur seperti dulu. Bukan hanya menikmati hasil perjuangan, tetapi juga memiliki semangat untuk berjuang," tegasnya.

Menurut Adian, militansi merupakan modal utama yang membuat PDI Perjuangan mampu bertahan menghadapi berbagai tekanan politik hingga akhirnya menjadi partai besar.

#30tahunkudatuli
#Diponegoro58
#PDIPerjuangan
#MegawatiSoekarnoPutri

Quote