Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Solo, Aria Bima, mempersilakan kader yang merasa tidak memiliki ikatan pikiran dan hati dengan Ir. Soekarno untuk meninggalkan partai. Menurutnya, PDI Perjuangan tidak keberatan kehilangan kader yang tidak memiliki ikatan ideologis dengan Bung Karno.
"Sosok Ir. Soekarno sudah tidak ada, tapi pikirannya masih hidup sampai sekarang, dan mengikat kita di sini. Kalau yang tidak merasa terikat keluar sana enggak usah masuk PDI Perjuangan. Kita enggak keberatan kehilangan kader-kader yang memang tidak punya ikatan pikiran," ujar dia.
Pernyataan tersebut disampaikan Aria Bima saat memimpin Musyawarah Ranting (Musran) PDI Perjuangan Mojosongo, Sabtu (8/8/2026) malam. Ia meminta jajaran pengurus ranting hingga anak ranting bersungguh-sungguh melanjutkan tugas ideologis yang telah dijalankan para sesepuh dan senior partai dari generasi ke generasi.
"Kita ingin semua pengurus ranting dalam Musran ini bukan hanya urusan jabatan, bagaimana rumah perjuangan yang paling depan ini, yang langsung dekat dengan rakyat ini, di Surakarta ini, yang sudah dibangun oleh para sesepuh, yang terus dari lintas generasi, banteng ini tetap hidup. Musran ini adalah melanjutkan tugas ideologis dan tugas dari para senior maupun sesepuh yang telah mengabdikan diri kepada partai," urai dia.
Aria Bima juga menegaskan tidak boleh ada sikap mengkultuskan satu atau dua orang di tubuh PDI Perjuangan. Menurutnya, keberadaan partai tidak bergantung pada sosok tertentu, melainkan pada rakyat serta seluruh jajaran pengurus partai.
"Tidak boleh ada yang menamakan dirinya kalau tidak ada saya karena saya partai ini ada atau tidak ada. Tidak ada lagi yang namanya mengkultuskan satu orang atau dua orang. Tanpa rakyat, tanpa pengurus anak ranting tanpa panjenengan semua, tidak ada yang namanya ranting PDI Perjuangan Mojosongo," terang dia.
Ia mengingatkan bahwa Musran merupakan forum tertinggi partai di tingkat kelurahan. Sementara itu, ranting merupakan struktur partai yang paling dekat dan menyatu dengan rakyat sekaligus menjadi garda terdepan perjuangan.
"Struktur yang paling menyatu dengan rakyat dan menjadi garda terdepan perjuangan. Tanpa rakyat partai ini tidak ada apa-apanya. Aria Bima mbelgedes bisa lima periode DPR RI tanpa panjenengan tanpa anak ranting tanpa rakyat, mboten saget," tegas dia.
"Karena ini sudah forumnya pengurus dan kader, yang menempati jabatan [Musran] ya tidak boleh setengah-setengah," imbuh dia.
Aria Bima kemudian menegaskan bahwa PDI Perjuangan tidak mengeluarkan kader yang dinilai tidak lagi memiliki totalitas. Namun, pihaknya juga tidak keberatan apabila kader memilih meninggalkan partai.
"Kami tidak mengeluarkan ya, kami tidak keberatan Anda keluar, saya katakan begitu ya. Saya tidak keberatan Anda keluar dari forum ini. Saya tidak mengeluarkan daripada Anda setengah-setengah," tutur dia.
Menurut Aria Bima, keberadaan kader di dalam partai harus dilandasi kesungguhan, komitmen, serta keterikatan terhadap nilai dan pemikiran yang menjadi fondasi perjuangan PDI Perjuangan. Karena itu, Musran diharapkan tidak hanya menjadi forum pergantian atau penetapan kepengurusan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kembali tugas ideologis partai di tingkat akar rumput.

















































































