Ikuti Kami

Banyu Biru Ajak Anak Muda Mojokerto Dobrak Tantangan lewat Demokrasi Ekonomi

Banyu mendesak anak muda agar mampu mengonversi ajaran Bung Karno menjadi strategi konkret dalam menghadapi tantangan zaman.

Banyu Biru Ajak Anak Muda Mojokerto Dobrak Tantangan lewat Demokrasi Ekonomi
Anggota Komisi VII DPR RI, Banyu Biru (kiri).

​Mojokerto, Gesuri.id – Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI-Perjuangan Kecamatan Prajurit Kulon menggelar forum diskusi Red Talks di 38Street, Kota Mojokerto, Sabtu (27/6/2026). 

Mengusung tema “Level Up Indonesia”, acara dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno ini diramaikan oleh puluhan generasi muda setempat yang antusias membedah relevansi nilai-nilai Soekarno di era modern.

​Hadir sebagai narasumber utama, Anggota Komisi VII DPR RI, Banyu Biru, menantang generasi muda untuk tidak sekadar romantis dengan sejarah. Ia mendesak anak muda agar mampu mengonversi ajaran Bung Karno menjadi strategi konkret dalam menghadapi tantangan zaman.

Baca: Ganjar Pranowo Pimpin Demo Hari Antikorupsi 

​Banyu Biru mengapresiasi pemaparan komprehensif dari para kader muda dalam forum tersebut. Menurutnya, semangat untuk membawa Indonesia naik kelas (level up) sudah sangat kuat, tetapi niat saja tidak akan cukup tanpa kompas perjuangan yang terarah.

​“Level up itu naik kelas. Naik kelas itu harus tahu caranya. Caranya adalah metode perjuangannya harus jelas,” tegas Banyu Biru.

​Bagi kaum nasionalis, lanjut Banyu, metodologi baku yang paling relevan adalah konsep Tri Sakti Bung Karno. Fondasi inilah yang menjadi peta jalan untuk mewujudkan kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan kepribadian dalam bidang kebudayaan.

​"Ajaran Bung Karno-nya yang jelas, metodologi perjuangannya yang jelas. Ada juga romantika dalam perjuangan, ada Rodinda (Roda Induk Dunia). Nah, hal-hal seperti itu yang harus dipahami," tambahnya.

​Tak sekadar gagasan makro, Banyu Biru menyoroti isu yang lebih spesifik, yakni pentingnya implementasi demokrasi ekonomi sebagai pendamping demokrasi politik. 

Menurutnya, hal ini adalah kunci untuk memotong problematika kesejahteraan masyarakat saat ini.

​“Semangat kita adalah semangat pembebasan, semangat kemerdekaan. Dalam hal spesifik, pendamping dari sosial demokrasi, selain demokrasi politik, itu adalah demokrasi ekonomi,” jelasnya.

​Ia menegaskan, demokrasi ekonomi ini hanya bisa hidup melalui praktik nyata ekonomi gotong royong, bukan sistem yang individualistis atau kapitalistik.

Baca: Mengulik Gaya Kepemimpinan Transformasional Ganjar Pranowo

​Di akhir paparan, Banyu mengingatkan kembali pesan legendaris Bung Karno bahwa "revolusi belum selesai". Kemerdekaan bukanlah titik henti sejarah, melainkan jembatan emas yang menuntut kerja kolektif tiada henti.

​“Maka kata merdeka bagi seorang Soekarno itu adalah segalanya. Merdeka, memerdekakan, dan kemerdekaan. Bagaimana kita menuju jembatan emas, menyeberangi jembatan emas, dan berjalan terus, beriringan bersama secara gotong royong,” tuturnya.

​Sebagai wakil rakyat, Banyu menyatakan komitmen penuhnya untuk mengawal mandat tersebut demi kesejahteraan masyarakat luas. 

“Perjuangan kita masih panjang. Oleh karena itu, saya yang dipercaya panjenengan (Anda) semua akan bertugas semaksimal mungkin, sebaik-baiknya menjalankan mandat ini,” pungkas Banyu.

Quote