Jakarta, Gesuri.id - Cicit Proklamator RI Ir. Soekarno, Syandria Kameron tampil membawakan tarian Lambangsari karya almarhum Guruh Soekarnoputra dalam gelaran Merah Muda Fest 2026 di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (25/10/2026).
Penampilan tersebut menjadi momen istimewa bagi Syandria, putri Puti Guntur Soekarno dan cucu Guntur Soekarnoputra, untuk mengenang sosok yang akrab disapanya sebagai Eyang Guruh.
"Hari ini aku diberikan kesempatan di acara Merah Muda Fest untuk menarikan tarian Lambangsari karya Eyang Guruh Soekarnoputra," katanya.
Syandria tampil bersama para penari dari Kembalikan Baliku, sanggar yang secara khusus mempelajari tari Bali. Meski persiapan penampilan dilakukan dalam waktu singkat, ia menyebut kesempatan tersebut memiliki arti mendalam bagi dirinya dan rekan-rekan penari.
"Walaupun persiapannya hanya sebentar, tarian ini sangat berarti untuk aku dan untuk teman-teman dari Kembalikan Baliku. Kita langsung diajarkan oleh Eyang Musni sebelum Eyang Musni berpulang, pas materi tari ini," ujarnya.
Penampilan tersebut juga menjadi momen pertama bagi Kembalikan Baliku kembali naik panggung setelah kepergian guru mereka, Guruh Soekarnoputra. Syandria menganggap kesempatan itu sebagai penampilan perdana yang penuh makna bagi dirinya dan rekan-rekannya.
"Ini juga pertama kalinya lagi kita manggung setelah Eyang Musni berpulang. Jadi menurut aku ini comeback yang sangat berkesan buat aku dan teman-teman Kembalikan Baliku," ucap Syandria.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara Merah Muda Fest 2026 yang telah memberikan ruang bagi mereka untuk tampil dan membawakan karya Guruh Soekarnoputra di hadapan pengunjung festival.
"Aku berterima kasih untuk Merah Muda Fest yang sudah memberikan kami kesempatan untuk tampil hari ini," ujarnya.
Di balik kebahagiaan tampil di atas panggung, Syandria mengaku merasakan haru karena kali ini ia menari tanpa disaksikan langsung oleh Eyang Guruh. Menurutnya, sang maestro biasanya tidak pernah absen menyaksikan penampilan dirinya bersama para penari Kembalikan Baliku.
"Kalau dari perasaan aku pribadi, senang dan ada harunya. Tapi lebih haru lagi kemarin ketika gladi resik, karena mencoba visualnya langsung di panggung. Ini juga pertama kalinya manggung tanpa ditonton langsung oleh Eyang Guruh. Biasanya Eyang Guruh tidak pernah absen kalau aku dan teman-teman penari Kembalikan Baliku menari. Jadi ya semoga Eyang Musni menonton di atas sana," ungkapnya.
Guruh Soekarnoputra wafat pada Sabtu, 26 September 2026, dalam usia 73 tahun. Ia dikenal sebagai maestro tari dan musik sekaligus pendiri kelompok kesenian Swara Maharddhika pada 1977. Kelompok tersebut memadukan tari daerah, musik, dan tata panggung kolosal dalam berbagai pertunjukan seni.
Kepergian Guruh turut mendapat penghormatan dalam rangkaian Merah Muda Fest 2026. Penampilan Syandria membawakan Lambangsari menjadi salah satu cara untuk mengenang sekaligus melanjutkan apresiasi terhadap karya seni yang ditinggalkan almarhum.
Merah Muda Fest 2026 diselenggarakan DPP PDI Perjuangan Bidang Pemuda dan Olahraga untuk memperingati 98 tahun Sumpah Pemuda, menjelang peringatan pada 28 Oktober. Festival tahun kedua ini berlangsung dari pagi hingga malam dengan beragam kegiatan, mulai dari bazar UMKM, pelatihan bahasa isyarat, lokakarya daur ulang sampah, napak tilas Sumpah Pemuda, hingga konser amal untuk korban kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.

















































































