Ikuti Kami

Dewi Juliani: Maskot Banteng Bukan Sekadar Simbol, Tetapi Energi Rakyat

Energi yang tumbuh dari gotong royong, semangat kolaborasi yang menyatukan, dan keberanian untuk terus berinovasi.

Dewi Juliani: Maskot Banteng Bukan Sekadar Simbol, Tetapi Energi Rakyat
Anggota DPR RI, Hj Dewi Juliani.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPR RI, Hj Dewi Juliani mengatakan Maskot Banteng bukan sekadar simbol, tetapi energi rakyat. 

"Energi yang tumbuh dari gotong royong, semangat kolaborasi yang menyatukan, dan keberanian untuk terus berinovasi," ungkapnya dikutip Minggu (18/1).

"Dalam setiap langkah, ada semangat mencipta, memecahkan masalah, dan memberi nilai tambah bagi masyarakat," ia melanjutkan.

Gerakan ini, lanjutnya, inklusif, terbuka untuk semua, tanpa batas usia, profesi, atau latar belakang. 

Karena, ujar Dewi, kekuatan sejati bangsa ini ada di tangan rakyat yang bergerak bersama, berdaya bersama, dan maju bersama.

"Inilah makna di balik Maskot Banteng, yaitu semangat yang menggerakkan, kekuatan yang memberdayakan, dan energi yang tumbuh dari rakyat Indonesia," tandasnya.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital, yang juga putra Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, M. Prananda Prabowo, menyatakan bahwa maskot banteng yang kemudian diberi nama Barata itu bukan sekadar identitas visual, melainkan sebuah komitmen ideologis yang telah melalui proses kurasi panjang.

Prananda menjelaskan nama Barata dipilih dengan filosofi yang mendalam.

"Banteng Barata melambangkan kekuatan rakyat yang berakar pada persatuan, bergerak dengan kesadaran, dan bertindak demi keadilan serta kedaulatan bangsa," kata Prananda.

Berdasarkan pantauan di arena Rakernas, Barata tampil dengan visual yang segar dan sporty. Maskot ini mengenakan jaket hoodie berwarna merah mencolok diberi logo PDI Perjuangan dengan celana hitam dan sepatu putih bergaris merah.

Quote