Ikuti Kami

Djarot Syaiful Hidayat Gembleng Banteng Jogja, Kaderisasi Perkuat Ideologi Pancasila Dalam Praktek Kehidupan

Eko Suwanto Sampaikan Pesan Bung Karno Di Kaliurang 1959, Nyalakan Terus Obor Kesetiaan Kepada Kaum Marhaen.

Djarot Syaiful Hidayat Gembleng Banteng Jogja, Kaderisasi Perkuat Ideologi Pancasila Dalam Praktek Kehidupan
Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat.

Jakarta, Gesuri.id - Banteng-Banteng Muda Jogja begitu antusias mengikuti penggemblengan kaderisasi tingkat Pratama yang digelar di Kaliurang, Yogyakarta.

Sebanyak 64 kader militan PDI Perjuangan mengikuti kegiatan yang menjadi bukti bahwa partai berlambang Banteng Moncong Putih itu tetap kokoh menjalankan fungsi kaderisasi guna mencetak kader yang melayani, memberdayakan, dan memperjuangkan hak-hak rakyat.

Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat hadir secara khusus untuk menyampaikan pesan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri di depan kader-kader PDI Perjuangan Kota Yogyakarta.

Didampingi Ketua DPD PDI Perjuangan DIY, Nuryadi, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, politisi berpengalaman itu mengatakan bahwa tugas partai politik, khususnya PDI Perjuangan adalah melakakukan pendidikan politik, satu di antaranya adalah kaderisasi.

Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres

“Ibu Megawati (Ketua Umum DPP PDI Perjuangan) berpesan, pendidikan politik kaderisasi ini sangat mendasar untuk memperkuat ideologi. Di pusat (DPP) membuka sekolah partai, kemudian untuk DPD dan PDC turun melakukan kaderisasi tingkat pratama ini,” kata Djarot, Jumat (23/10/2026) malam.

Pelajaran yang bisa dipetik dari kegiatan kaderisasi ini, satu di antaranya adalah bagaimana bisa mengenal Bung Karno (Proklamator dan Presiden pertama RI) dengan baik, terutama zaman perjuangan meraih kemerdekaan, melihat Bapak Proklamator harus dipenjara dan diasingkan, dan mengenal bagaimana Bung Karno mengajarkan ideologi Pancasila.

“Karena selama 32 tahun, zaman rezim Soeharto ada de-Soekarnoisasi, sehingga perlu mengembalikan ajaran-ajaran Bung Karno supaya anak muda mengenal dan memahami dengan baik,” papar Djarot Saiful Hidayat.

Kaderisasi Pratama ini, lanjut Djarot, untuk membangun tokoh, yakni tokoh muda, tokoh perempuan, tokoh masyarakat dan tokoh penggerak untuk menerapkan ideologi Pancasila guna membantu kesulitan yang dihadapi warga.

“Jadi, kaderisasi ini tidak hanya terbatas pada kegiatan ini selesai ya selesai, tapi mereka yang ikut ini tetap diajak kerja sama kegiatan kepartaian, kegiatan kemanusiaan, kegiatan sosial dalam rangka mendedikasikan Pancasila dan membangun bonding dengan rakyat,” paparya lagi.

“Ibu Megawati berpesan, politik itu kehidupan. Jadi  anak muda belajar politik itu sama dengan belajar mengelola keghidupan. Ada Karhutla, itu seharusnya ada politik bagaimana menjaga lingkungan. Jadi politik bukan sekadar cari kekuasaan. Ketika sekarang harga naik, mengapa BBM langka di banyak daerah, itu ya politik managemen yang tidak bagus. Jadi jangan jangan ragu dan takut belajar politik, karena politik itu kehidupan,” katanya,

Ketua DPD PDI Perjuangan DIY, Nuryadi menambahkan, kaderisasi ini bukan untuk  mencari kursi, mencari jabatan, namun lebih kepada menggerakkan dan menggelorakan ajaran Bung Karno.

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto mengatakan, dipilihnya Kaliurang sebagai tempat penggemblengan tak lepas dari sejarah tahun 1959, yakni Bung Karno pernah melakukan pengemblengan kader dalam Konferensi besar GMNI 17 Mei 1959. 

Adapun judul Pidato Bung Karno saat itu adalah Lenyapkan Sterilitiet Dalam Gerakan Mahasiswa. Sebuah pesan penting tentang perjuangan.

“Ini sekaligus menghikmati sejarah Bung Karno, sejarah Ibu Megawati dan komitmen PDI Perjuangan berjuang untuk hak-hak rakyat. Pada tanggal 17 Februari 1959 di Kaliurang, Bung Karno sampaikan pesan, pertama, Nyalakan terus obor kesetiaan terhadap kaum Marhaen!,” tegas Eko Suwanto yang juga Ketua Komisi A DPRD DIY ini.

“Kedua, agar semangat Marhaenisme bernyala-nyala murni! Dan ketiga, agar yang tidak murni terbakar mati! Pesan Bung Karno wajib dilaksanakan segenap kader. Percayalah dengan mencintai rakyat, kita akan selalu bersama rakyat, bergerak dalam satu tarikan nafas, berjuang bela rakyat,” tandas Eko Suwanto.

Quote