Jakarta, Gesuri.id - DPD PDI Perjuangan Sulawesi Tengah menggelar syukuran sebagai bentuk apresiasi kepada dua kader perempuan yang berhasil meraih gelar doktor, Selasa (4/8).
Kedua kader itu adalah Dr Suraeda, SE, MM, yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sulteng dan Dr Soraya Sultan, SE, MSi, Ketua DPC PDI Perjuangan Donggala.
Syukuran yang berlangsung di halaman Kantor DPD PDI Perjuangan Sulteng, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, itu juga dirangkaikan dengan penyambutan Wakil Ketua DPD Lasnardi Lahi, yang baru kembali usai menjalankan tugas sebagai panitia haji 2026.
Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulawesi Tengah Muharram Nurdin mengatakan, penghargaan kepada kader berprestasi merupakan bagian dari komitmen partai dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
"Setiap capaian kader patut diapresiasi, apalagi dua kader perempuan berhasil meraih gelar doktor. Partai berkepentingan membangun sumber daya manusia sebagai fondasi perjuangan," kata Muharram.
"Atas nama DPD PDI Perjuangan Sulawesi Tengah, saya mengucapkan selamat kepada Dr. Suraeda dan Dr. Soraya Sultan sebagai dua kader perempuan pertama di PDI Perjuangan Sulawesi Tengah yang berhasil meraih gelar doktor," ujarnya menambahkan.
Sebelumnya, dua kader PDI Perjuangan Sulawesi Tengah yang bergelar doktor adalah Dr Herwin Yatim dan Dr I Nyoman Slamet.
Syukuran tersebut turut dihadiri Ketua PDI Perjuangan Sulteng yang juga Anggota Komisi VIII DPR RI Matindas J Rumambi, beserta jajaran pengurus, kader, dan simpatisan partai.
Dalam sambutannya, Matindas mengajak seluruh kader untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan, baik formal maupun informal.
Ia menilai pendidikan merupakan investasi penting untuk memperkuat kapasitas kader sebagai pemimpin sekaligus pelayan masyarakat.
Baca: Empat Keberhasilan Ganjar Pranowo Selama Menjadi Gubernur
"Kunci utama seorang kader adalah integritas dan kejujuran. Jangan sekali-kali mengkhianati rakyat, dan senantiasa berpegang teguh pada ideologi serta peraturan partai dalam setiap pengabdian kepada masyarakat," ucap Matindas.
Dia pun menyampaikan pesan Bung Karno, "Ambillah apinya, jangan abunya."
Api yang dimaksud bukan cuma semangat membara, tapi juga api pengetahuan.
"Gelar tertinggi akademik yang diraih oleh Doktor Suraida dan Doktor Aya Sultan adalah wujud nyata dari penyerapan api perjuangan tersebut," ucap Matindas.

















































































