Batam, Gesuri.id – Deretan kebaya dengan sentuhan modern memenuhi Atrium Timur Megamall Batam Centre pada Minggu (12/7/2026).
Busana-busana tersebut bukan sekadar karya fesyen biasa, melainkan medium untuk menghidupkan kembali semangat nasionalisme dan melestarikan warisan budaya Indonesia melalui ajang Fashion Show serta Kompetisi Desain & Model Kebaya dan Kerudung Fatmawati Trophy 2026 tingkat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Kegiatan yang digagas oleh DPD PDI Perjuangan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno. Selain itu, perhelatan ini digelar untuk mengenang jasa Fatmawati Soekarno, sosok perempuan tangguh yang menjahit Sang Saka Merah Putih menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
Ketua DPD PDI Perjuangan Kepri, Soerya Respationo, menyampaikan bahwa kompetisi ini merupakan agenda nasional yang diselenggarakan secara serentak di berbagai provinsi. Menurutnya, acara ini menjadi upaya nyata untuk membangkitkan kembali kecintaan masyarakat terhadap kebaya dan kerudung sebagai identitas budaya bangsa.
"Kami ingin menggelorakan semangat tradisional dan nasional melalui kebaya dan kerudung. Inspirasi utamanya berasal dari Ibu Fatmawati, istri Bung Karno sekaligus ibu dari Ibu Megawati Soekarnoputri," ujar pria yang akrab disapa Romo Soerya tersebut kepada Batam Pos seusai acara.
Soerya menambahkan, semangat perjuangan Fatmawati ingin diterjemahkan ke dalam karya fesyen yang adaptif terhadap perkembangan zaman, namun tetap berpijak pada lini budaya Nusantara.
"Kebaya dan kerudung kita tampilkan dengan desain yang kreatif dan inovatif, tetapi tetap berakar pada budaya Indonesia," tuturnya.
Kompetisi di Batam ini sekaligus menjadi ajang seleksi bagi perwakilan Kepri. Tiga peserta terbaik akan dipilih untuk mewakili provinsi ini dalam grand final Fatmawati Trophy 2026 tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Agustus 2026 mendatang.
Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak DPD PDI Perjuangan Kepri, Silvia Hilda Kusumaningtyas, mengungkapkan bahwa sebanyak 18 desainer berkompetisi dalam seleksi tingkat provinsi ini.
Dari hasil penilaian dewan juri, akan dipilih:
- 3 desainer terbaik
- 9 model terbaik
Seluruh pemenang tersebut nantinya akan diberangkatkan untuk membawa nama Kepulauan Riau di tingkat nasional.
Silvia menekankan bahwa penilaian tidak hanya bertumpu pada aspek estetika atau keindahan visual semata, melainkan juga pada kedalaman filosofi yang diangkat dalam setiap rancangan.
Baca: Ganjar: Anak Muda yang Bisa Jadikan Seni Budaya Tradisional
Juri secara ketat menilai sejauh mana karya tersebut mampu merepresentasikan nilai perjuangan Fatmawati, kekayaan budaya Nusantara, harmonisasi desain, tingkat kerapian, hingga karakter busana.
"Yang dinilai bukan hanya indah, tetapi juga memiliki filosofi yang terinspirasi dari kebaya Ibu Fatmawati, penyusunan desain yang baik, sederhana, rapi, dan berkarakter," jelas Silvia.
Mengingat kompetisi ini baru pertama kali digelar di Kepri, Silvia berharap ruang kreatif seperti ini dapat memantik antusiasme generasi muda—khususnya perempuan—untuk lebih mencintai kebaya dan wastra Nusantara di tengah gempuran tren fesyen modern.
"Kekayaan budaya bangsa ini sangat indah dan harus terus dilestarikan. Kami berharap generasi muda semakin mencintai warisan budaya Indonesia," pungkasnya.

















































































