Ikuti Kami

Ganjar Kenang Awal Mula Menapaki Karir Politik di PDI Perjuangan

Ganjar bercerita bahwa urat politiknya sudah berdenyut sejak berkuliah di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM).

Ganjar Kenang Awal Mula Menapaki Karir Politik di PDI Perjuangan
Calon Presiden dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo.

Jakarta, Gesuri.id - Calon presiden PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, mengenang awal mula keputusannya menapaki karier politik dengan bergabung ke partai besutan Megawati Soekarnoputri itu.

Dalam program GASPOL! Kompas.com, ia bercerita bahwa urat politiknya sudah berdenyut sejak berkuliah di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM). Bahkan, koleganya di kampus pun menyebutnya, 'Ganjar apa-apa dipolitisasi".

Ketika itu, aktivisme kampus memang sedang memuncak, memprotes langgam represif kebijakan pemerintah Soeharto. Ganjar ambil bagian, namun mengaku tak merasa puas.

Baca: Abdy Jelaskan Kenapa Ganjar Pranowo Layak Jadi Presiden RI

"Kalau kita demo terus gini kok enggak ada hasilnya ya? Kita cuma teriak saja, setelah itu kita puas memaki-maki pemerintah," kata pria kelahiran Karanganyar, Jawa Tengah itu.

"Yang masuk partai politik tidak banyak saat itu. Yang teriak-teriak banyak. Mungkin ini pilihan saya," ucapnya.

Sejarah mencatat, PDI Perjuangan (saat itu PDI) dan Megawati memang menjadi salah satu bagian penting yang berani berhadap-hadapan dengan rezim Orde Baru.

Ganjar mengingat satu nama yang dianggapnya cukup berpengaruh menentukan arah karier politiknya, yaitu politikus PDI Perjuangan mendiang Soetardjo Soerjogoritno.

Soetardjo Soerjogoritno kenal dengan Mbah Tardjo sejak mengidentifikasi diri sebagai simpatisan partai berlogo banteng itu saat ikut dalam kampanye-kampanye partai.

Pada 1996, ketika PDI Soerjadi dan Megawati berhadapan, Ganjar mendukung Megawati.

"Saya dibawa ke Kebagusan, kita nongkrong di Kebagusan dengan Bu Mega dan sebagainya. Tapi kita jarak jauh. Bukan yang akses langsung. Saya ngobrol dengan Pak Taufik Kiemas di situ," kata Ganjar.

Ia ingat, pada 1999, politikus PDI Perjuangan lainnya, Cornelis Lay, menghubunginya.

Baca: 3 Bandara Dibangun di Era Ganjar

"Pada saat itulah beliau ngundang saya untuk ikut diklat partai, mulai aktif, nah 2004 dicalonkan untuk masuk (DPR RI), dapat nomor 3," tambah Ganjar.

Ia mengeklaim tak mengeluarkan biaya politik yang banyak untuk meraih kursi dewan. Dia bilang, tabungannya kala itu sebesar Rp 110 juta.

Sekretaris Kabinet saat ini, Pramono Anung, disebut banyak membantu Ganjar pada masa-masa awal itu.

Bahkan, Ganjar bercerita, menumpang tinggal di rumah dinas Pramono itu di Kalibata, Jakarta Selatan, sehingga sampai sekarang akrab dengannya.

Quote