Ikuti Kami

Haul Bung Karno dan Tahun Baru Hijriah, PDI Perjuangan Balikpapan Gelar Pergelaran Wayang Kulit

PDI Perjuangan berkolaborasi dengan Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Provinsi Kalimantan Timur dan Suwalamoh.

Haul Bung Karno dan Tahun Baru Hijriah, PDI Perjuangan Balikpapan Gelar Pergelaran Wayang Kulit
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Balikpapan, Eddy Sunardi.

​Balikpapan, Gesuri.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, sukses menggelar pergelaran wayang kulit, Sabtu (4/7).

Acara yang berlangsung di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Balikpapan, Kompleks Sepinggan Pratama ini, diselenggarakan dalam rangka memperingati Tahun Baru Hijriah 1448 H sekaligus Haul Bung Karno.

​Dalam menyukseskan acara ini, PDI Perjuangan berkolaborasi dengan Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Provinsi Kalimantan Timur dan Suwalamoh.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

​Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WITA tersebut dibuka oleh Taufik Rohadi selaku Ketua PAC PDI Perjuangan Balikpapan Selatan yang bertindak sebagai pembawa acara (MC). Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Balikpapan, Eddy Sunardi, didampingi Sekretaris DPC, M. Najib. Turut hadir pula jajaran pengurus DPC, PAC, ranting, anak ranting, kader partai, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.

Eddy Sunardi menegaskan bahwa rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno bukan sekadar agenda seremonial. Acara ini merupakan wujud nyata pengamalan nilai-nilai perjuangan sang Proklamator yang diimplementasikan melalui aksi sosial, lingkungan, dan kebudayaan.

​"Melalui rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno ini, kami ingin mengajak seluruh kader PDI Perjuangan dan masyarakat untuk tidak hanya mengenang jasa-jasa Bung Karno, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai perjuangannya dalam kehidupan sehari-hari," ujar Eddy Sunardi.

​Eddy menambahkan, sebelum puncak acara pergelaran wayang kulit ini, pihaknya telah melaksanakan berbagai aksi nyata. Di antaranya adalah:

- ​Aksi Lingkungan & Pangan: Bersih-bersih lingkungan, penanaman pohon dan jagung sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan ketahanan pangan, serta pelatihan pembuatan kompos.

- ​Aksi Religi & Penghormatan: Ziarah ke Taman Makam Pahlawan serta menggelar doa bersama (haul) untuk Bung Karno.

Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo

​Menurut Eddy, seluruh rangkaian kegiatan tersebut mencerminkan ajaran Bung Karno yang menekankan pentingnya semangat gotong royong, cinta tanah air, kepedulian lingkungan, serta pelestarian budaya sebagai identitas bangsa.

​Acara malam itu terasa semakin istimewa saat dalang cilik, Ki M. Ziyyad Habibie, naik ke atas panggung. Kepiawaiannya dalam memainkan tokoh-tokoh wayang sukses memukau para tamu undangan yang hadir.
​Selanjutnya, pertunjukan utama diteruskan oleh dalang Ki Wahyudi yang membawakan lakon "Bias Murka Bargawa". Lakon ini sarat akan pesan moral mengenai kepemimpinan, kebijaksanaan, kejujuran, serta pentingnya pengendalian diri.

​Melalui kolaborasi lintas organisasi ini, pergelaran wayang kulit diharapkan dapat menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus memperkuat semangat kebangsaan. Budaya harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda sebagai jati diri bangsa.

​Mengusung tema "Bangun Jiwa, Lestarikan Budaya, Jayakan Indonesia," seluruh rangkaian kegiatan berlangsung khidmat, penuh kebersamaan, dan disambut antusias oleh para kader serta masyarakat Balikpapan.

Quote