Bandar Lampung, Gesuri.id - DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lampung Selatan menyatakan siap menjalankan arahan dan instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang disampaikan melalui Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.
Hal itu ditegaskan Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Lampung Selatan, Sujiyatmoko, seusai mengikuti konsolidasi internal DPD PDI Perjuangan Lampung bersama jajaran pimpinan DPC PDI Perjuangan se-Provinsi Lampung di Akar Hotel and Resort, Bandar Lampung, Jumat (1/11/2026).
Konsolidasi tersebut digelar secara tertutup sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi, soliditas, serta pemahaman ideologi partai sebagai landasan dalam menjalankan kerja-kerja organisasi.
Dalam konsolidasi, Hasto menyampaikan salam dan arahan dari Megawati kepada jajaran kader PDI Perjuangan. Menurut Sujiyatmoko, Ketua Umum mengingatkan kader agar memiliki keyakinan yang melahirkan keteguhan, keberanian, dan kesabaran dalam menjalankan tugas-tugas kepartaian.
Selain itu, kader juga diminta senantiasa berpihak kepada rakyat serta mampu memperjuangkan kepentingan rakyat melalui politik gagasan.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Sujiyatmoko mengatakan DPC PDI Perjuangan Lampung Selatan telah melakukan sejumlah langkah organisasi, termasuk merampungkan pembentukan struktur kepengurusan di tingkat PAC dan Ranting.
“DPC PDI Perjuangan Lampung Selatan sudah merampungkan pembentukan pengurus di tingkat PAC dan Ranting. Bahkan, di beberapa tempat pengurus Anak Ranting juga sudah dilantik,” ujar Sujiyatmoko, yang akrab disapa Moko.
Ia menegaskan, seluruh kader PDI Perjuangan di Lampung Selatan siap menjalankan arahan Ketua Umum yang disampaikan melalui Sekjen DPP PDI Perjuangan.
Menurut Moko, keberanian merupakan salah satu sikap penting yang harus dimiliki kader, terutama ketika memperjuangkan kepentingan masyarakat yang menghadapi ketidakadilan.
“Kader Banteng harus berani, jangan takut dikriminalisasi dalam membela rakyat. Keberanian kader tidak boleh berhenti pada sikap dan prinsip pribadi, tetapi harus diwujudkan melalui keberpihakan nyata kepada rakyat, terutama mereka yang mengalami ketidakadilan dan penindasan,” katanya.
Ia menambahkan, kader PDI Perjuangan harus mampu berdiri bersama rakyat dan tidak gentar menghadapi berbagai tekanan selama memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Moko juga menilai soliditas antara Megawati dan Hasto menjadi modal penting bagi konsolidasi internal PDI Perjuangan menghadapi dinamika politik ke depan.
“Duet Ibu Megawati dan Mas Hasto ini menjadi kekuatan penting bagi PDI Perjuangan. Dua sosok ini bersatu maka akan menjadi mesin politik paling siap di 2029 nanti dan ini dianggap berbahaya oleh lawan politik PDI Perjuangan.,” ujarnya.
Ia menegaskan, PDI Perjuangan tidak akan mudah terpengaruh oleh berbagai dinamika dan manuver politik yang berkembang.
“Kami tidak terpancing dan terpengaruh oleh manuver politik partai lain yang menyerang partai kami dengan berbagai isu, fitnah, dan framing. Kami tetap tenang dan fokus, membuktikan bahwa PDI Perjuangan adalah partai yang dewasa dan berkelas,” katanya.
Menurutnya, kerja politik partai harus diarahkan pada kerja nyata dan keberpihakan kepada rakyat, bukan sekadar merespons berbagai isu politik yang berkembang.
“PDI Perjuangan bukan partai yang reaktif, bukan partai yang sibuk klarifikasi sana-sini. Kami sibuk kerja nyata untuk rakyat dan bangsa Indonesia,” pungkas Moko.

















































































