Garut, Gesuri.id – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) periode 2019-2024, Bintang Puspayoga, memberikan dukungan penuh atas usulan gelar Pahlawan Nasional bagi tokoh literasi dan pendidikan asal Garut, Raden Ayu Lasminingrat.
Hal tersebut disampaikan dalam acara "Dialog Refleksi Hari Kartini" yang digelar di Kabupaten Garut, baru-baru ini.
Bintang Puspayoga menilai sosok Lasminingrat merupakan tokoh perempuan tangguh yang kecerdasannya tidak kalah menginspirasi dari R.A. Kartini.
Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo
Menurutnya, perjuangan Lasminingrat dalam memajukan pendidikan perempuan di masa lampau adalah fondasi penting bagi kesetaraan gender saat ini.
Dalam dialog yang bertema "Meneladani Semangat Kartini: Perempuan Akar Rumput Berdaya, Berkarya, dan Berdampak", terungkap bahwa proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional untuk Raden Ayu Lasminingrat sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2010. Namun, hingga tahun 2026 ini, proses tersebut belum mencapai hasil akhir.
"Ternyata di Garut ini ada sosok perempuan hebat dan tangguh, yaitu Raden Ayu Lasminingrat. Kami dari DPP sangat mendukung gerakan Ketua Cabang PDI Perjuangan Garut, Kang Ilham, untuk kembali memperjuangkan aspirasi ini. Semoga dengan gerakan bersama, impian keluarga dan masyarakat Garut bisa segera terwujud," ujar Bintang.
Selain membahas gelar pahlawan, kehadiran Bintang Puspayoga di Garut juga bertujuan untuk menyerap aspirasi perempuan dari berbagai lintas profesi. Ia mencatat sejumlah tantangan nyata yang dihadapi oleh pengemudi ojek perempuan, nelayan perempuan, hingga pelaku kerajinan akar rumput.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Dari pertemuan tersebut, lahir 9 Rekomendasi Strategis yang akan dijadikan acuan untuk mencarikan solusi konkret bagi permasalahan perempuan di Garut. Bintang menekankan pentingnya menghancurkan "tembok tebal" budaya patriarki agar perempuan bisa lebih berdaya di sektor ekonomi dan sosial.
Melihat antusiasme anak muda yang hadir dalam dialog tersebut, Bintang mengaku optimis terhadap masa depan kesetaraan di Indonesia. Ia berpesan agar generasi muda, khususnya para konten kreator, mampu memanfaatkan era digitalisasi untuk hal-hal positif.
"Saya cukup bangga dengan optimisme anak muda di Garut yang tidak lagi mempedulikan sekat-sekat patriarki. Namun, di era digital ini, saya berpesan agar lebih hati-hati memilih konten. Jadilah penggerak yang mengedukasi, bukan memprovokasi," pungkasnya.

















































































