Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino, melalui tim relawannya di wilayah Brebes Selatan mengirimkan bantuan alat berat untuk mempercepat proses pemulihan pascabanjir bandang di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes,
Tim yang dikoordinasikan oleh Ahmad Ridwan Ceper dan Jefry Arsya Robby langsung turun ke lokasi bencana mendampingi warga terdampak.
“Kami hadir bersama masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. Mulai besok, alat berat akan dioperasikan untuk pengerukan sungai, disertai kerja bakti bersama warga,” ujar Samsul Bayur, salah satu koordinator ekskavator yang turut mendampingi tim di lapangan bersama Tasirin Susanto.
Baca: Ganjar Pranowo: Dari Pengacara hingga Gubernur
Proses normalisasi sungai tidak hanya mengandalkan alat berat, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat desa melalui kerja bakti. Kolaborasi antara warga dan relawan menjadi kekuatan utama dalam menghadapi musibah ini.
Pendangkalan Sungai Kali Keruh dinilai menjadi salah satu penyebab utama meluapnya air saat hujan deras. Kondisi ini diperparah dengan rusaknya bendungan sungai yang tidak mampu menahan debit air tinggi, sehingga mengakibatkan banjir bandang yang merusak permukiman dan lahan pertanian warga.
Selain upaya normalisasi, tim relawan juga mendesak pemerintah untuk segera membangun kembali bendungan Sungai Kali Keruh yang jebol. Pembangunan bendungan dinilai krusial untuk mencegah terulangnya bencana serupa di masa mendatang.
“Kami berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah cepat membangun kembali bendungan agar luapan air tidak lagi mengancam rumah dan sawah warga ketika hujan lebat,” kata Harris Turino dalam keterangannya.
Harris menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal upaya pemulihan bencana ini bersama rekan-rekan di Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan. Menurutnya, politik sejati bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan keberpihakan nyata kepada rakyat.
Kehadiran langsung relawan dan alat berat di lokasi bencana menjadi bukti konkret kepedulian terhadap masyarakat yang sedang kesulitan. Dalam situasi bencana, kebersamaan dan gotong royong menjadi modal utama untuk bangkit kembali.
Baca: Ganjar Tegaskan Pemuda Harus Benar-benar Siap
“Yang akan dikenang bukan hanya kata-kata, tetapi kehadiran nyata ketika rakyat membutuhkan bantuan,” tegas Harris.
Saat ini, warga kedua desa masih dalam proses pemulihan. Selain kerusakan infrastruktur, mereka juga harus menghadapi kerugian material akibat terendamnya rumah dan lahan pertanian. Proses normalisasi sungai diharapkan dapat mengurangi risiko banjir saat musim hujan tiba.
Tim relawan dan warga akan terus bekerja sama dalam upaya pemulihan hingga kondisi kembali normal. Pemerintah daerah juga diharapkan dapat memberikan bantuan tambahan dan mempercepat pembangunan infrastruktur pencegah banjir untuk melindungi masyarakat dari ancaman bencana serupa.

















































































