Jakarta, Gesuri.id - DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kudus menunjukkan komitmen kemanusiaannya dengan membuka kantor sekretariat sebagai posko penanggulangan bencana.
Langkah ini diambil menyusul terjadinya banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus awal tahun ini.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kudus, Achmad Yusuf Roni, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk kehadiran partai di tengah kesulitan yang dihadapi masyarakat. Hingga Jumat (16/1/2026), posko tersebut telah menampung puluhan warga yang terpaksa mengungsi.
Baca: Ganjar Pranowo Tekankan Pentingnya Kritik
“Tahapan awal yang kita lakukan adalah memberikan tempat evakuasi. Saat ini, kita sudah menampung sekitar 74 warga yang berasal dari Dukuh Ngeplak Tempel, Desa Ngeplak, Kecamatan Undaan,” ujar Yusuf saat diwawancarai di lokasi posko.
Yusuf menjelaskan bahwa kantor DPC yang terdiri dari dua lantai tersebut dioptimalkan untuk menampung pengungsi. Selain itu, pihaknya juga telah mendirikan tenda di area kantor guna menambah kapasitas hingga 100 orang lebih jika titik evakuasi di tempat lain sudah penuh.
Menariknya, posko ini tidak hanya sekadar tempat berteduh. DPC PDI Perjuangan juga menyediakan fasilitas pendukung untuk kenyamanan para pengungsi, terutama bagi pelajar, seperti sanitasi, logistik, kesehatan hingga akses internet.
“Kami sudah mengirimkan data ke Pusdalops BPBD, termasuk data usia dan riwayat penyakit. Bahkan di sini ada pengungsi yang sedang hamil, sehingga membutuhkan perhatian khusus dari tim kesehatan,” tambah Yusuf.
Baca: Ganjar Harap Kepemimpinan Gibran Bisa Teruji
Aksi sosial ini menurut Yusuf bukanlah hal baru. PDI Perjuangan Kudus telah beberapa kali melakukan hal serupa saat banjir besar melanda wilayah tersebut di tahun-tahun sebelumnya.
Warga sendiri sudah mulai masuk ke posko sejak Kamis sore (kemarin waktu maghrib). Yusuf berharap bencana banjir ini segera surut seiring dengan berbagai ikhtiar yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten.
“Harapan kami banjir segera surut. DPC PDI Perjuangan siap untuk terus berkolaborasi, baik dalam penanganan saat bencana maupun pascabencana nantinya,” pungkasnya.

















































































