Ikuti Kami

Novita Hardini: Pentingnya Peningkatan Keterampilan Nasionalis

Kader perempuan diharapkan memanfaatkan pengetahuan untuk pengabdian kepada rakyat.

Novita Hardini: Pentingnya Peningkatan Keterampilan Nasionalis
Bendahara TMP Jawa Timur Novita Hardini, saat memberikan pengantar sebelum memberikan materi tentang Peningkatan Keterampilan Nasionalis bagi kader PDI Perjuangan DPC Trenggalek, Minggu (5/3). 

Trenggalek, Gesuri.id - Bendahara TMP Jawa Timur Novita Hardini, mengatakan pendidikan kader perempuan merupakan salah satu upaya strategis dalam mendorong kader perempuan PDI Perjuangan yang berkualitas, mampu berperan dan berkompetisi dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Baca: Bikin Geram! Agiel Suwarno Temukan Kondisi SMKN 1 Kaliorang Memprihatinkan

Kader perempuan diharapkan memanfaatkan pengetahuan untuk pengabdian kepada rakyat. Hal itu diungkapkan Novita Hardini saat memberikan pengantar sebelum memberikan materi tentang Peningkatan Keterampilan Nasionalis bagi kader PDI Perjuangan DPC Trenggalek, Minggu (5/3). 

Kaderisasi perempuan PDI Perjuangan digelar secara luring dan diikuti sedikitnya 100 peserta.

Di hadapan kader perempuan PDI Perjuangan, Novita Hardini mengutip pernyataan Bung Karno, bahwa pengetahuan atau teori tidak ada guna jika tidak dipergunakan untuk mengabdi kepada rakyat. 

“Bung Karno sangat menekankan manfaat pendidikan untuk pengabdian. Untuk itu, peran konkret kader partai dalam kehidupan masyarakat harus selalu digelorakan,” tuturnya.

Para kader partai perempuan, menurut Novita, harus terlibat aktif dalam pembaruan dan regenerasi partai seperti yang selalu disampaikan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Pelaksanaan pelatihan kader perempuan ini berangkat dari kurikulum kaderisasi Perjuangan yang bersumber dari ide, gagasan, dan pemikiran Bung Karno. Novita lantas mengutip pesan seperti yang kerap disampaikan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, bahwa kader harus menjadi mata, otot, dan otak partai. Tanpa kader partai ibarat orang buta atau orang yang melangkah dalam kegelapan.

“Bung Karno adalah seorang ideolog yang kata-katanya tidak hanya sekedar kata-kata, tetapi bisa membangunkan roh bagi siapapun yang mendengarkan orasi beliau. Dan kemampuan beridealog ini tidak boleh hanya dimiliki oleh Bung Karno saja tapi semua kader PDI Perjuangan baik laki-laki maupun perempuan, baik yang tua maupun yang muda, semua harus punya perjuangan satu nafas seperti Bung Karno” kata Novita.

Baca: KPU & Bawaslu Harus Perketat Pengawasan Politik Uang di Pemilu

Dalam kesempatan ini Novita juga kembali mengajak kepada para kader perempuan untuk turut aktif ikut serta menurunkan angka stunting melalui menu-menu berbahan dasar ikan yang bisa dikombinasikan dengan dengan aneka bahan local yang mudah dijumpai. 

“Bergizi tidak harus mahal, ikan itu gizinya paling bagus” pungkas Novita

Quote