Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi lll DPR RI, I Nyoman Parta, menyatakan akan menggalang donasi untuk membantu seniman karawitan Komang Ariawan yang rumahnya ludes terbakar saat sedang tampil dalam acara penutupan Pesta Kesenian Bali (PKB).
Parta menyampaikan hal itu setelah meninjau langsung rumah korban di Banjar Palak, Desa/Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali, Minggu (12/7/2026).
"Tadi saya pas mengikuti acara jalan santai di Batuyang (Batubulan), saya dengar ada rumah seniman kita yang ludes terbakar saat yang bersangkutan sedang pentas di PKB, jadi saya langsung ke sini, melihat kondisinya langsung," kata Parta.
Saat berada di rumah korban, politikus PDI Perjuangan asal Desa Guwang, Sukawati itu mengaku prihatin melihat kondisi keluarga Komang Ariawan. Kebakaran menghanguskan seluruh harta benda milik korban, termasuk mesin oven yang masih berstatus kredit dan rencananya akan digunakan untuk membuka usaha.
"Semuanya ludes, tidak tersisa satupun barang berharga, isi brankas semua ludesterbakar," ucap Parta.
Menurut Parta, Komang Ariawan merupakan seniman karawitan yang selama ini dikenal aktif mengabdikan diri dalam pelestarian seni dan budaya Bali, khususnya seni gender wayang dan karawitan. Atas dedikasi tersebut, ia menilai sudah sepatutnya masyarakat memberikan perhatian ketika Ariawan tertimpa musibah.
"Sekarang tidak ada yang tersisa, tidak ada tempat tidur. Saya akan berusaha membantu dengan melakukan penggalangan dana. Komang Ariawan selama ini telah banyak mengabdi untuk pelestarian seni dan budaya, sehingga kita wajib memberikan perhatian ketika yang bersangkutan tertimpa musibah," jelasnya.
Musibah kebakaran tersebut terjadi ketika Komang Ariawan bersama anak sulungnya sedang mengikuti pementasan penutupan PKB.
Ia berangkat sekitar pukul 15.00 Wita untuk mengiringi kesenian baris mebarung, sedangkan istrinya berada di rumah orang tuanya karena sedang sakit.
"Kemarin sedang pentas penutupan PKB, mengiringi kesenian baris mebarung. Pas pulang sampai di Desa Celuk, ada yang menelepon kalau rumah saya terbakar," ujarnya.
Setibanya di rumah, Ariawan mendapati bangunannya telah dilalap api. Kebakaran menghanguskan empat kamar, seluruh perabotan rumah tangga, serta brankas yang berisi barang-barang berharganya.
"Sekarang sama sekali tidak ada tempat tidur. Cawet pun tidak tersisa," ungkapnya.
Di tengah musibah tersebut, hanya beberapa dokumen penting yang sempat diselamatkan, meski kondisinya telah rusak akibat kebakaran.
"Yang berhasil diselamatkan hanya paspor dan KTP, tapi sudah rusak," tuturnya.
Ariawan mengaku belum mengetahui penyebab pasti kebakaran. Ia memastikan saat kejadian tidak ada aktivitas mengisi daya kendaraan listrik maupun penggunaan peralatan elektronik yang berpotensi memicu api.
"Tidak tahu penyebabnya. Tidak ada ngecas. Biasanya memang ngecas motor listrik, tapi saat kejadian tidak ada yang dicas. Semua kabel juga sudah diganti," imbuhnya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menghanguskan hampir seluruh harta benda milik keluarga Komang Ariawan. Akibatnya, lima penghuni rumah kini kehilangan tempat tinggal dan harus memulai kehidupan kembali dari nol.

















































































