Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Fraksi PDI Perjuangan, Dr. Yohanes Winarto, S.H., M.H., menyerap aspirasi kelompok tani Desa Simo melalui kegiatan rembug bersama petani untuk membahas persoalan kekeringan dan kebutuhan air bagi masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Lurah Desa Simo dan juga tokoh masyarakat Pak Loso dimana kita bisa berdiskusi berkumpul untuk mendiskusikan persoalan yang selalu ada di Desa Simo yaitu tentang kekeringan, adanya kebutuhan air baik kebutuhan untuk rumah tangga maupun kebutuhan untuk pertanian,” kata Yohanes Winarto, dikutip Sabtu (3/10/2026).
Menurut Yohanes, persoalan kebutuhan air menjadi salah satu masalah yang perlu segera dicarikan solusi bersama karena tidak hanya berdampak terhadap aktivitas pertanian, tetapi juga kebutuhan rumah tangga masyarakat Desa Simo.
Ia mengatakan, kegiatan rembug tersebut digelar setelah Pak Lurah Desa Simo mengundang sejumlah kelompok tani untuk berdiskusi sekaligus mencari jalan keluar terhadap persoalan air yang selama ini dihadapi masyarakat.
“Nah, hari ini Pak Lurah mengundang beberapa kelompok tani untuk kita berdiskusi mencarikan solusi supaya kebutuhan air untuk pertanian dan rumah tangga bisa terselesaikan,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah alternatif solusi mengemuka. Yohanes menyebut salah satunya adalah pembangunan sumur untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.
Selain itu, perbaikan instalasi air, termasuk jaringan paralon yang sudah tidak berfungsi, juga dinilai diperlukan agar distribusi air dapat kembali berjalan dengan baik.
“Nah, Alhamdulillah Puji Tuhan, di dalam diskusi ini kita menemukan beberapa solusi agar persoalan air yang selalu dialami oleh masyarakat Desa Simo bisa teratasi,” ungkapnya.
Yohanes menambahkan, pembangunan tandon air juga menjadi salah satu opsi yang dibahas dalam rembug bersama kelompok tani. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat membantu menampung dan menyediakan cadangan air untuk kebutuhan masyarakat.
“Jadi beberapa tadi disampaikan perlu adanya pembuatan sumur, kemudian juga perlu perbaikan instalasi daripada paralon-paralon yang sudah tidak berfungsi kemudian pembuatan juga tandon sehingga itu semua nanti bisa menjadi salah satu cara bagaimana mengatasi persoalan kebutuhan air rumah tangga maupun pertanian,” jelas Yohanes.
Ia berharap hasil rembug bersama tersebut dapat menjadi langkah awal untuk mendorong penyelesaian persoalan air secara berkelanjutan. Menurutnya, ketersediaan air merupakan kebutuhan penting untuk mendukung produktivitas pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Simo.
Melalui penyerapan aspirasi tersebut, Yohanes menegaskan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, kelompok tani, dan pemangku kepentingan terkait untuk mencari solusi terhadap persoalan yang dihadapi warga.

















































































