Ikuti Kami

Rimbun Sebut Pasar Ramadan di Taman Kota Sampit Bukti Nyata Kebangkitan UMKM

Ruang nyata bagi UMKM untuk bangkit dan berkembang di momentum bulan suci.

Rimbun Sebut Pasar Ramadan di Taman Kota Sampit Bukti Nyata Kebangkitan UMKM
Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Rimbun.

Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Rimbun, menilai penyelenggaraan Pasar Ramadan di kawasan Taman Kota Sampit bukan sekadar agenda tahunan, melainkan simbol kuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha kecil.

‎Menurutnya, bazar kuliner yang dibuka langsung oleh Bupati Kotim, Halikinnor, pada Kamis (19/2) itu menjadi ruang nyata bagi UMKM untuk bangkit dan berkembang di momentum bulan suci.

‎“Ini bukan hanya pasar musiman. Ini wujud sinergi kita semua baik pemerintah daerah, masyarakat, hingga pedagang untuk mendorong kesejahteraan pelaku UMKM, baik penjual makanan maupun kue tradisional,” ujar Rimbun, dikutip Minggu (22/2/2026).

‎Tahun ini, Pasar Ramadan diikuti sekitar 130 pedagang yang tersebar di dua lokasi utama. Di kawasan Jalan S. Parman, tepatnya di area parkir Taman Kota Sampit, terdapat sekitar 70 pelaku usaha. Rinciannya meliputi 42 pedagang kue tradisional, 17 penjual minuman segar, 8 pedagang asongan, serta 7 dealer dan distributor pangan.

‎Sementara itu, di Jalan Yos Sudarso tepat di depan Swalayan UMKM dan Museum Kayu sekitar 60 stan kuliner modern turut meramaikan suasana. Komposisinya terdiri dari 15 pedagang minuman, 15 penjual aneka kue, serta 30 pedagang makanan berat seperti risoles, dimsum, dan ragam sajian favorit berbuka puasa.

‎Keramaian di dua titik ini menjadi magnet bagi warga yang berburu takjil, sekaligus membuka peluang perputaran uang yang tidak kecil.

‎Selama satu bulan Ramadan, potensi transaksi di dalam area bazar diperkirakan mencapai Rp2 miliar. Angka tersebut belum termasuk aktivitas ekonomi di luar area utama, seperti parkir dan transaksi di sekitar lokasi, yang diproyeksikan menambah sekitar Rp1 miliar.

‎Dari sisi pendapatan daerah, retribusi parkir, kebersihan, dan layanan lainnya ditargetkan menyumbang sekitar Rp50 juta. Secara keseluruhan, total perputaran ekonomi selama Pasar Ramadan di Sampit diperkirakan menembus angka Rp3,5 miliar.

‎Rimbun berharap, geliat ini mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil yang menggantungkan pendapatan pada momen Ramadan.

‎“Harapan kita, ini bukan sekadar tempat berburu takjil. Tapi menjadi momentum memperkuat ekonomi rakyat dan menjaga keberlangsungan UMKM lokal di Kotim,” tandasnya.

Quote