Solo, Gesuri.id - Ketua Komisi II DPRD Solo, Y.F. Sukasno mengungkapkan penyebab kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Solo, Jawa Tengah.
Sukasno menilai ada banyak faktor yang memicu terjadinya kebakaran. Tapi, ia berpendapat faktor utamanya karena kemarau sehingga tumpukan sampah mengering dan cenderung mudah terbakar.
Baca: Pengelolaan Sampah, Gembong Tegaskan Jakarta Butuh Bekasi
"Apalagi di dalam material sampah itu ada juga benda-benda yang menyebabkan letupan percikan bunga api seperti korek gas yang dibuang. Itu kalau terpendam di tumpukan sampah bisa meledak dan menimbulkan percikan api yang memicu terbakarnya sampah yang kebanyakan kering," terang politikus PDI Perjuangan tersebut.
Ditanya soal mitigasi atau antisipasi agar tak terulang lagi, ia menilai hal itu sulit dilakukan. Alasannya, TPA Putri Cempo belum melaksanakan pemilahan sampah dengan baik.
Masyarakat pada umumnya masih berpendapat benda apa pun entah itu padat atau cair yang sudah tidak diperlukan dianggap sampah dan harus dibuang.
Baca: Gembong ke Pemprov DKI: Cairkan Komunikasi yang 'Mampet'
Ia menilai selama sistem pengolahan sampah berbentuk open dumping memiliki potensi kebakaran yang terus mengintai.
Dampak yang kini terjadi karena bagian TPA yang terbakar di sektor timur dari selatan ke utara adalah kepulan asap mengarah ke permukiman warga Gondangrejo, Karanganyar, dan sekitarnya.

















































































