Ikuti Kami

Angka Kematian di Pengungsian Lampaui Korban Gempa NTT, Charles Honoris Minta Evaluasi Total

Harus ada audit terkait kondisi di tempat pengungsian itu sendiri.

Angka Kematian di Pengungsian Lampaui Korban Gempa NTT, Charles Honoris Minta Evaluasi Total
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris.

Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, mendesak pemerintah untuk mengevaluasi dan mengaudit secara menyeluruh fasilitas serta pelayanan kesehatan di kamp pengungsian korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT).

Desakan ini menyusul laporan 94 pengungsi yang tewas selama berada di masa pengungsian.

​"Harus ada audit terkait kondisi di tempat pengungsian itu sendiri. Apakah ada permasalahan kesehatan di sana dan sejauh mana penanganannya hingga saat ini?" tegas Charles saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9).

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar 

​Charles menyoroti fakta memprihatinkan di mana jumlah korban jiwa di pengungsian justru jauh melampaui korban yang meninggal akibat dampak langsung guncangan gempa.

​Ia meminta lintas kementerian dan lembaga termasuk Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, BNPB, serta pemerintah daerah segera turun tangan mengidentifikasi akar masalah di lapangan.

​"Saya berharap pemerintah bisa mengidentifikasi masalah di tempat pengungsian agar angka kematian tidak terus bertambah," tutur Charles.

Menurut politikus tersebut, hasil evaluasi dan audit ini harus dijadikan bahan pembelajaran berharga agar manajemen kebencanaan Indonesia ke depan jauh lebih responsif dan terukur.

​Pemerintah dinilai tidak boleh hanya berfokus pada tanggap darurat saat bencana terjadi, tetapi juga wajib menjamin kelayakan tempat penampungan sementara.

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur 

​"Korban di pengungsian harus ditangani dengan baik dan mendapatkan layanan kesehatan yang memadai. Jangan sampai kasus kematian memilukan seperti di NTT ini terulang kembali," pungkasnya.

​Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Selasa (15/9/2026) mencatat total korban jiwa akibat gempa NTT mencapai 142 orang.

Dari jumlah tersebut, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengonfirmasi 48 orang meninggal secara langsung akibat dampak fisik gempa, sedangkan 94 lainnya wafat saat berada di posko pengungsian.

Quote