Ikuti Kami

Ansari Tegaskan Pengelolaan Dana Haji Transparan, Tiap Jemaah Disubsidi Rp33 Juta

Dana setoran awal jemaah tidak mengendap, melainkan diolah secara transparan dan memberikan nilai manfaat yang langsung dirasakan.

Ansari Tegaskan Pengelolaan Dana Haji Transparan, Tiap Jemaah Disubsidi Rp33 Juta
Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jatim XI (Madura), Hj. Ansari.

Pamekasan, Gesuri.id — Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jatim XI (Madura), Hj. Ansari, mengajak masyarakat Madura untuk memahami secara utuh tata kelola dana haji oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). 

Ia menegaskan, dana setoran awal jemaah tidak mengendap, melainkan diolah secara transparan dan memberikan nilai manfaat yang langsung dirasakan calon jemaah.

Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres 

Pernyataan tersebut disampaikan Ansari saat menggelar Sarasehan Keuangan Haji di Pamekasan, Selasa (4/8/2026). 

Sebagai mitra kerja BPKH di DPR, ia menilai edukasi ini penting agar masyarakat tidak terpengaruh oleh isu atau disinformasi seputar dana haji.

“Masyarakat perlu mengetahui tugas BPKH, bagaimana dana haji dikelola, sistem pelaporannya, hingga manfaat yang dihasilkan. Selain melalui sosialisasi langsung seperti ini, laporan BPKH juga sangat terbuka dan bisa diakses publik lewat media sosial resmi mereka,” ujar Ansari.

Legislator asal Madura ini menjelaskan, dana setoran awal dari calon jemaah diinvestasikan ke instrumen berbasis syariah yang aman. Hasil pengembangan atau nilai manfaat itulah yang kemudian digunakan untuk menyubsidi pembiayaan keberangkatan jemaah.

Ansari merinci, pada musim haji 2026, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) secara riil mencapai sekitar Rp87,9 juta. Namun, jemaah hanya dibebankan membayar Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) sebesar Rp52,1 juta.

Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo

“Selisihnya sekitar Rp33 juta itu ditanggung sepenuhnya dari nilai manfaat hasil pengelolaan dana haji. Tanpa optimalisasi tersebut, biaya yang dibayar jemaah tentu akan jauh lebih tinggi,” tegasnya.

Tak hanya menopang biaya ibadah, Ansari juga menggarisbawahi bahwa hasil optimalisasi dana haji dan Dana Abadi Umat (DAU) disalurkan kembali ke masyarakat dalam bentuk program kemaslahatan. Di antaranya berupa bantuan fasilitas umum seperti pembangunan sumur bor, kendaraan operasional, hingga perbaikan infrastruktur jalan paving di pedesaan.

Quote