Jalarta, Gesuri.id - Anggota Komisi XIII DPR RI, Rapidin Simbolon, menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa traktor roda empat (4WD) kepada Kelompok Tani Maju Karina di Desa Sionom Hudon Tonga, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan, Jumat (18/9).
Penyerahan bantuan ini dilakukan untuk mempermudah pengolahan lahan dan memangkas ketergantungan petani pada metode manual.
Rapidin menegaskan bahwa penyaluran alsintan ini merupakan wujud pembuktian atas komitmen yang ia sampaikan kepada warga saat masa reses.
Baca: Ganjar Pranowo Sosok Pemimpin yang Disukai Semua Kalangan
“Bantuan traktor ini untuk memenuhi janji saya kepada masyarakat Parlilitan sewaktu reses, sebab alat ini memang menjadi kebutuhan mendesak di lapangan. Komitmen saya untuk petani tidak akan berhenti di sini, ke depan bantuan bibit jagung juga akan terus saya dorong,” ujar Rapidin usai menyerahkan bantuan yang didampingi Ketua Komisi B DPRD Sumut, Sorta Ertaty Siahaan.
Ia berpesan agar unit traktor roda empat tersebut dirawat secara berkala dan dimanfaatkan secara inklusif. Rapidin meminta Kelompok Tani Maju Karina tidak membatasi penggunaan fasilitas tersebut hanya untuk anggota kelompok saja.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
“Saya titip pesan agar traktor ini dirawat dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Jika ada warga desa setempat yang belum terdaftar dalam kelompok tani, beri mereka kesempatan yang sama untuk menggunakan traktor ini guna mengolah lahan pertanian mereka. Manfaatnya harus dirasakan oleh seluruh masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Menanggapi keluhan sejumlah kepala desa setempat terkait rusaknya akses jalan menuju sentra pertanian, Rapidin menyatakan siap memperjuangkan perbaikan infrastruktur jalan tersebut melalui lintas komisi di DPR RI meskipun berada di luar lingkup kerja utamanya di Komisi XIII.
Aspirasi dan bantuan yang disalurkan tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Penasihat Kelompok Tani Maju Karina, Delpiater Sihotang, serta Kepala Desa Sionom Hudon Tonga, Sahat Hasugian, yang menilai kehadiran alsintan tersebut menjadi angin segar bagi percepatan pengolahan lahan dan peningkatan ekonomi desa di wilayah terpencil.

















































































