Ikuti Kami

Didik Haryadi Dorong Relaksasi Kredit bagi Korban Bencana di Aceh dan Sumatera

Banyak warga terdampak merupakan pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) yang secara mendadak kehilangan sumber penghasilan akibat bencana

Didik Haryadi Dorong Relaksasi Kredit bagi Korban Bencana di Aceh dan Sumatera
Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Didik Haryadi - Foto: TV Parlemen

Jakarta, Gesuri.id – Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Didik Haryadi, menegaskan bahwa bencana alam yang melanda Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatera tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga memukul keras denyut ekonomi masyarakat.

Menurut Didik, banyak warga terdampak merupakan pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) yang secara mendadak kehilangan sumber penghasilan akibat bencana. Di sisi lain, kewajiban finansial seperti cicilan kredit di perbankan tetap berjalan, sehingga menambah beban masyarakat yang sedang berjuang memulihkan kondisi ekonomi keluarga.

“Bencana ini tidak hanya merusak rumah dan infrastruktur, tetapi juga menghantam ekonomi rakyat. Banyak pelaku UMKM kehilangan penghasilan, sementara cicilan kredit tetap harus dibayar,” ujar Didik dikutip dari TV Parlemen yang diposting ulang di Instagram Didik Haryadi.

Ia menekankan, kehadiran negara dalam situasi bencana tidak boleh berhenti pada bantuan darurat semata. Negara, kata Didik, juga harus hadir melalui kebijakan konkret yang memberikan ruang napas bagi masyarakat agar mampu bangkit kembali.

Sebagai anggota Komisi XI DPR RI yang membidangi keuangan dan perbankan, Didik mendorong peran aktif lembaga keuangan, khususnya perbankan, dalam mendukung proses pemulihan ekonomi pascabencana. Salah satu langkah yang dinilai mendesak adalah pemberian relaksasi dan penundaan pembayaran kredit bagi masyarakat terdampak.

“Relaksasi kredit sangat penting agar masyarakat bisa fokus memulihkan usaha dan ekonomi keluarga terlebih dahulu. Ini bukan bentuk pemanjaan, melainkan langkah rasional agar pelaku usaha tidak semakin terpuruk,” tegasnya.

Didik mengingatkan, tanpa dukungan kebijakan keuangan yang berpihak kepada rakyat, upaya pemulihan ekonomi pascabencana berisiko hanya menjadi wacana. Sementara itu, beban finansial masyarakat justru akan terus bertambah.

Ia berharap pemerintah, otoritas keuangan, dan perbankan dapat bersinergi untuk menghadirkan kebijakan yang responsif dan berkeadilan bagi korban bencana, sehingga proses pemulihan ekonomi dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.

Quote