Ikuti Kami

Dongkrak Kesejahteraan Petani Tambak, Paramitha Luncurkan Program Pupuk Bersubsidi Sektor Perikanan 2026

Sektor perikanan budi daya memiliki peran yang sangat strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dongkrak Kesejahteraan Petani Tambak, Paramitha Luncurkan Program Pupuk Bersubsidi Sektor Perikanan 2026
Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma.

Brebes, Gesuri.id – Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, secara resmi meluncurkan program penebusan pupuk bersubsidi sektor perikanan tahun anggaran 2026 di Aula Balai Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, baru-baru ini. 

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam mendongkrak produktivitas tambak dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

​Paramitha menegaskan bahwa sektor perikanan budi daya memiliki peran yang sangat strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, ketersediaan pupuk yang terjangkau menjadi prioritas utama.

Baca: Ganjar Tegaskan Sikap PDI Perjuangan di Luar Pemerintahan

​"Pupuk tidak hanya menjadi kebutuhan sektor pertanian, tetapi juga berperan penting dalam budi daya perikanan karena membantu menumbuhkan pakan alami. Kami ingin memastikan pemerintah hadir memberikan kemudahan bagi para pembudi daya ikan," ujar Paramitha.

​Untuk memastikan program ini tepat sasaran dan tidak menyulitkan masyarakat, Paramitha membawa terobosan dalam sistem birokrasi penebusan. Kini, para petani tambak yang terdaftar tidak perlu lagi melewati proses yang berbelit-belit.

​"Saya pastikan proses penebusan kini semakin mudah. Pembudi daya cukup membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) ke kios atau titik penyaluran resmi, salah satunya melalui BUMDes Moncer Bae Desa Grinting," jelas Bupati perempuan tersebut.

​Paramitha memaparkan bahwa program ini berjalan sesuai dengan regulasi Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 22 Tahun 2025. Di Kabupaten Brebes sendiri, pendataan telah diintegrasikan melalui sistem elektronik e-Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Pembudidaya (e-RDKK Perikanan/e-RPSP).

​Hingga saat ini, sebanyak 554 pembudi daya di Brebes telah terdaftar resmi untuk menerima total alokasi pupuk bersubsidi tahun 2026 yang mencapai 1.500 ton (terdiri atas pupuk Urea dan SP-36). Ia juga menginstruksikan para penyuluh perikanan di lapangan untuk bergerak aktif mendampingi petambak agar kuota tersebut terserap optimal.

Komitmen Bupati Paramitha langsung mendapat apresiasi tinggi dari para pelaku usaha perikanan di lapangan. Wasirudin, salah satu petani tambak asal Desa Grinting, mengaku kini bisa bernapas lebih lega berkat efisiensi biaya produksi.

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak

​"Alhamdulillah, kami merasa sangat terbantu. Dengan adanya pupuk bersubsidi yang harganya terjangkau, biaya produksi menjadi lebih ringan. Ini membuat kami semakin semangat mengelola tambak," ungkap Wasirudin dengan optimistis. Ia pun menyampaikan terima kasih atas kepedulian Bupati Brebes dan Dinas Perikanan.

​Peluncuran program ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Brebes Eko Supriyanto, perwakilan kelompok pembudi daya, serta Manager Wilayah Jateng 2 PT Pupuk Indonesia (Persero), Safari Yusuf.

​Menanggapi arahan Bupati, PT Pupuk Indonesia (Persero) menyatakan kesiapannya untuk mengawal ketat distribusi di lapangan. Safari Yusuf menegaskan pihaknya menjamin ketersediaan stok hingga ke level kios desa.

​"Sinergi dengan Pemkab Brebes, Dinas Perikanan, dan BUMDes akan terus kami perkuat agar penyaluran pupuk bersubsidi ini berjalan tepat waktu, tepat sasaran, serta mudah diakses oleh seluruh pembudi daya yang berhak," pungkas Safari.

Quote