Jakarta, Gesuri.id - Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 harus menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Provinsi Banten untuk meningkatkan mutu pendidikan, terutama dalam penguatan literasi, numerasi, dan kualitas pembelajaran di sekolah.
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten dari Fraksi PDI Perjuangan Yeremia Mendrofa mengatakan, peningkatan skor literasi membaca dan sains patut diapresiasi. Namun, capaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah mengabaikan persoalan mendasar dalam penyelenggaraan pendidikan.
“Pendidikan tidak cukup hanya diukur dari seberapa banyak anak bersekolah, tetapi juga dari sejauh mana mereka benar-benar menguasai kemampuan membaca, matematika, sains, dan berpikir kritis,” kata Yeremia, Senin (19/10/2026)
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya menindaklanjuti hasil PISA dengan evaluasi di tingkat daerah.
Baca: Empat Keberhasilan Ganjar Pranowo Selama Menjadi Gubernur
Menurut Yeremia, pemerintah perlu memastikan kebijakan pendidikan benar-benar berdampak terhadap kualitas pembelajaran, bukan sekadar memenuhi target program dan penyerapan anggaran.
Ia juga menilai hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 serta hasil TKA 2026 yang belum diumumkan perlu menjadi bahan evaluasi untuk memetakan kemampuan peserta didik.
Data tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi kelemahan pembelajaran sekaligus menentukan intervensi yang dibutuhkan sekolah.
“Bagi Banten, hasil ini harus menjadi bahan evaluasi bersama. Kita perlu memastikan bahwa kebijakan pendidikan yang dijalankan pemerintah daerah benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran,” ujarnya.
Yeremia juga menyoroti pelaksanaan Program Sekolah Gratis di Provinsi Banten. Ia mendukung program tersebut sebagai upaya memperluas akses pendidikan dan meringankan beban masyarakat.
Namun, ia mengingatkan agar kebijakan itu diikuti peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Menurut dia, sekolah gratis harus ditopang pembiayaan yang memadai, pemenuhan hak guru, serta ketersediaan fasilitas pembelajaran. Dengan demikian, perluasan akses pendidikan tidak mengorbankan mutu pembelajaran yang diterima siswa.
Selain itu, penguatan literasi dan numerasi harus menjadi prioritas sejak pendidikan dasar. Siswa tidak cukup hanya mampu membaca dan berhitung, tetapi juga perlu memahami informasi, menganalisis persoalan, berpikir logis, dan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
Persoalan ketersediaan guru juga menjadi perhatian. Yeremia menyebut sejumlah mata pelajaran menghadapi kekurangan guru kompeten akibat tenaga pendidik memasuki masa pensiun, sementara formasi rekrutmen baru belum tersedia.
Di sisi lain, masih terdapat sekolah yang dipimpin kepala sekolah berstatus pelaksana tugas (Plt).
“Transformasi pendidikan tidak akan berhasil tanpa guru yang didukung dan sekolah yang dikelola secara profesional,” tegasnya.
Ia mendorong Pemprov Banten memperkuat pemerataan guru, meningkatkan kapasitas pendidik, memperjelas pengisian jabatan kepala sekolah, serta memastikan sekolah memiliki sarana pembelajaran yang memadai.
Pemerintah juga diminta memberi perhatian lebih kepada sekolah yang menghadapi keterbatasan fasilitas dan kondisi sosial ekonomi siswa.
Di bidang pendidikan vokasi, Yeremia menilai kompetensi lulusan SMK perlu diselaraskan dengan kebutuhan dunia kerja dan potensi ekonomi Banten, mulai dari sektor industri, perdagangan, hingga jasa.
Baca: Ganjar Pranowo: Dari Pengacara hingga Gubernur
Penguatan praktik kerja, kemitraan dengan industri, dan kewirausahaan dinilai penting agar lulusan lebih siap memasuki dunia kerja.
Yeremia mendorong pemerintah daerah melakukan evaluasi berbasis data terhadap kemampuan literasi dan numerasi, kualitas serta distribusi guru, kondisi sarana pendidikan, angka putus sekolah, dan kesiapan lulusan.
Hasil evaluasi itu harus diterjemahkan menjadi program dengan target terukur dan dapat diawasi publik.
“Pendidikan bukan sekadar urusan membangun sekolah atau menggratiskan biaya. Pendidikan adalah investasi untuk membangun manusia Banten yang cerdas, kompeten, berkarakter, dan mampu bersaing,” ujarnya.

















































































