Jakarta, Gesuri.id – Anggota Komisi X DPR RI, Once Mekel, mendorong agar hasil penelitian sejarah dan cagar budaya di Indonesia tidak sekadar berakhir di dalam tumpukan jurnal ilmiah atau publikasi akademis formal.
Once mendesak agar produk riset tersebut dihilirisasi menjadi konten populer seperti film dokumenter, web series, animasi, hingga permainan digital (game) agar lebih dekat dengan generasi muda.
Gagasan segar tersebut disampaikan Once dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panitia Kerja (Panja) Pelindungan dan Pemanfaatan Cagar Budaya Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2026). Rapat tersebut mempertemukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Menurut Once, kekayaan fisik cagar budaya Indonesia yang masif wajib ditopang oleh narasi sejarah yang kuat dan berbasis riset ilmiah. Namun, agar nilai-nilai kebangsaan dan identitas nasional dapat terinternalisasi dengan baik, kemasannya harus adaptif terhadap perkembangan teknologi.
"Kita percaya bahwa pengetahuan dan pendalaman sejarah masa lalu kita memang akan mampu menguatkan nilai-nilai kebangsaan dan identitas bangsa," ujar legislator dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut.
Mantan vokalis Dewa 19 ini menegaskan bahwa keberhasilan sebuah penelitian tidak boleh hanya diukur dari banyaknya dokumen ilmiah yang diterbitkan, melainkan dari sejauh mana publik dapat mengakses dan merasakan manfaat nyatanya.
"Hasil riset kita jangan hanya tersimpan menjadi jurnal dan publikasi ilmiah yang sifatnya formal, hanya bisa diakses oleh orang-orang hebat, para ilmuwan, atau para pemerhati. Yang lebih utama adalah bagaimana hasil riset itu bisa diakses oleh masyarakat luas," tegas Once.
Ia mengkritik pola penyajian hasil riset sejarah saat ini yang dinilai masih terlalu kaku dan formal. Melalui konversi ke dalam format industri kreatif yang menghibur (fun), informasi sejarah yang kredibel dan sahih dapat diserap oleh generasi Z dan milenial tanpa mereduksi akurasi datanya.
Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo
Selain perubahan format, Once turut mengusulkan pemberian insentif khusus bagi para peneliti yang mampu menyebarluaskan hasil riset mereka lewat metode komunikasi yang inovatif dan komunikatif. Langkah ini dinilai dapat memicu gairah lahirnya produk-produk pengetahuan berbasis sejarah yang bermutu tinggi di ruang publik.
Di akhir pemaparannya, Once menekankan urgensi kolaborasi strategis lintas sektor. BRIN dan ANRI didorong untuk bersinergi dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) serta jajaran BUMN demi memperkuat ekosistem pelestarian budaya.
Melalui integrasi ini, cagar budaya di Indonesia diharapkan tidak hanya dirawat secara fisik, tetapi juga terus dihidupkan melalui narasi digital yang relevan, dinamis, dan mengikuti perkembangan zaman.

















































































