Ikuti Kami

Giri Ramanda Ajak Mahasiswa dan Pemuda Tidak Bersikap Antipati Terhadap Partai Politik

Partai politik merupakan salah satu pilar penting dalam sistem demokrasi Indonesia yang memiliki peran strategis.

Giri Ramanda Ajak Mahasiswa dan Pemuda Tidak Bersikap Antipati Terhadap Partai Politik
Anggota Komisi II DPR RI, H Giri Ramanda Nazaputra Kiemas SE MM.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi II DPR RI, H Giri Ramanda Nazaputra Kiemas SE MM, mengajak mahasiswa dan pemuda di Kota Prabumulih untuk tidak bersikap antipati terhadap partai politik. Menurut politikus PDI Perjuangan itu, partai politik merupakan salah satu pilar penting dalam sistem demokrasi Indonesia yang memiliki peran strategis sebagai penghubung antara masyarakat dengan pemerintah.

"Jangan sampai mahasiswa dan pemuda memiliki pandangan negatif terhadap partai politik. Justru partai politik bisa menjadi tempat bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyampaikan aspirasi dan ikut berkontribusi dalam proses pembangunan," ujar mantan Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan itu, dikutip Jumat (3/7/2026).

Ajakan tersebut disampaikan Giri saat menggelar kegiatan penyerapan aspirasi bersama mahasiswa dan pemuda di Kota Prabumulih, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan berlangsung di Sekretariat PDI Perjuangan Kota Prabumulih, Jalan Lingkar Timur, Simpang Empat Tugu Jogja, Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur.

Dalam forum bertema "Penguatan Demokrasi Substansi dan Etika Berbangsa", Giri menegaskan bahwa partai politik bukan sekadar kendaraan untuk mengikuti kontestasi pemilu, melainkan wadah resmi bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun gagasan yang berkaitan dengan pembangunan bangsa.

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan penyerapan aspirasi merupakan salah satu tugas konstitusional yang wajib dijalankan setiap anggota MPR RI. Menurutnya, dialog langsung dengan masyarakat menjadi sarana penting untuk mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi warga agar dapat diperjuangkan di tingkat pusat.

"Kegiatan ini memang menjadi kewajiban kami sebagai anggota MPR RI. Kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi keluhan, masukan, maupun harapan masyarakat sehingga dapat menjadi bahan dalam memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat," jelasnya.

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan dari mahasiswa dan pemuda mengenai isu-isu nasional, seperti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kondisi ekonomi nasional, hingga nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.

Menanggapi isu melemahnya nilai tukar rupiah, Giri menilai kondisi tersebut tidak terlepas dari berkurangnya minat investor untuk menanamkan modal di Indonesia. Menurutnya, ketidakpastian ekonomi, baik yang berasal dari dalam negeri maupun kondisi global, turut memengaruhi keputusan para investor.

"Kenapa mereka menarik investasi? Karena mereka melihat kondisi ekonomi Indonesia sedang menghadapi berbagai tantangan dan ketidakpastian.

Hal inilah yang kemudian memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah," ungkap pria yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Alumni (PA) GMNI Sumatera Selatan tersebut.

Giri mengajak generasi muda agar tidak hanya menjadi penonton terhadap dinamika politik dan ekonomi yang berkembang. Ia menilai pemuda perlu aktif mengikuti perkembangan kebijakan pemerintah, membangun budaya dialog, serta berpartisipasi dalam mengawal jalannya demokrasi agar kualitas demokrasi Indonesia semakin baik di masa mendatang.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kota Prabumulih HM Rasyid SPd, Purwaka, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Prabumulih Akbar Sirait, serta jajaran pengurus PDI Perjuangan Kota Prabumulih.

Quote