Bali, Gesuri.id – Perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) yang mulai mengubah kebutuhan dunia kerja mendorong Anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Hardiyanti meminta perguruan tinggi di Bali menyiapkan lulusan dengan kemampuan yang lebih adaptif.
Menurut Nila, generasi muda Bali tidak cukup hanya dibekali keterampilan untuk menjadi pekerja di sektor pariwisata. Mereka juga perlu didorong menjadi pengusaha, pelaku ekonomi kreatif, pengembang UMKM, hingga inovator digital.
Hal tersebut disampaikan Nila saat melakukan kunjungan kerja ke Universitas Warmadewa, Bali. Politikus PDI Perjuangan dari daerah pemilihan Jawa Timur X (Gresik–Lamongan) itu menilai Bali memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekosistem kewirausahaan berbasis pariwisata dan ekonomi kreatif.
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
“Bali merupakan wilayah dengan sektor pariwisata yang sangat kuat, tetapi tantangannya ke depan bukan lagi sekadar bagaimana mendatangkan wisatawan. Kami mendorong generasi muda Bali menjadi bagian dari value chain pariwisata, bukan hanya sebagai pekerja, tetapi juga sebagai entrepreneur, pelaku ekonomi kreatif, membangun UMKM, atau inovator digital,” ujar Nila.
Nila yang juga merupakan anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI tersebut mengatakan, kesiapan menghadapi perubahan dunia kerja perlu dibangun sejak mahasiswa berada di bangku perguruan tinggi.
Ia menilai perkembangan teknologi, terutama AI, berpotensi mengubah struktur pekerjaan dan kebutuhan kompetensi tenaga kerja.
“Hal ini menurut saya perlu dipersiapkan sejak dari perguruan tinggi. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan teknologi, khususnya AI, sedang mengubah struktur dunia kerja. Dalam dunia kerja banyak posisi manusia yang digantikan oleh teknologi,” kata Nila.
Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
Nila menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mempertemukan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri dan potensi ekonomi daerah.
Di Bali, menurutnya, hubungan tersebut dapat dikembangkan melalui sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, teknologi, serta berbagai industri pendukung lainnya.
Ia berharap lulusan perguruan tinggi tidak berhenti sebagai tenaga kerja yang mengisi kebutuhan industri. Lebih jauh, mereka diharapkan mampu menciptakan produk, membangun usaha, dan membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat.

















































































