Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPR RI, Ketut Kariyasa Adnyana, menegaskan, yang lebih dibutuhkan Buleleng, Bali utara saat ini adalah pembenahan infrastruktur.
“Bukan bandara baru,” ujar Kariyasa ketika diminta tanggapannya usai acara di Perguruan Muhammadiyah Singaraja, Selasa (14/10).
Baca: Mas JOS Targetkan Reduksi 60 Ton Sampah per Hari
Menurut anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI ini, Bali terlambat membangun infrastruktur, dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan penduduk.
“Saya dulu pernah menjadi Pansus Raperda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Bali saat duduk di DPRD Bali. Kita telat membangun infrastruktur dibanding dengan pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan penduduk,” jelasnya.
Bayangkan, kata Kariyasa Adnyana, misalnya di Buleleng ada bandara. Sementara infrastrukturnya tidak jelas. Apa jadinya nanti. Jelas dia, sekarang jalan antara Seririt dan Singaraja kota hanya ada satu jalur, dan sering macet.
“Bayangkan nanti kalau bandara dibangun,” paparnya.
Baca: Hari Yulianto Tegaskan Keadilan Sosial Dimulai dari Diri Sendiri
Selain itu, menurut mantan anggota DPRD Bali tiga periode ini, kalau pun di Buleleng ada bandara tidak mungkin juga orang Denpasar dan Bali selatan akan naik pesawat ke Buleleng.
Karena itu, tegas politisi asal Busungbiu, Buleleng ini, sebenarnya yang lebih penting bagi Buleleng, Bali utara, adalah infrastruktur. Misalnya dibuat jalan-jalan baru yang memadai, atau jalan lingkar, dan memperbaiki yang sudah rusak.
“Itu sebenarnya PR yang mendesak untuk dikerjakan,” tandasnya.

















































































