Ikuti Kami

KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar, Edi Purwanto Desak Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Transportasi

Tragedi tersebut harus menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola keselamatan transportasi agar kejadian serupa tidak terus berulang.

KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar, Edi Purwanto Desak Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Transportasi
Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan Madura.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Edi Purwanto, mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi nasional menyusul kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan Madura. 

Menurutnya, tragedi tersebut harus menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola keselamatan transportasi agar kejadian serupa tidak terus berulang.

"Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah ini. Semoga seluruh korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, dan korban yang masih dalam pencarian segera ditemukan," kata Edi, dikutip Selasa (4/8/2026).

Selain menyampaikan belasungkawa, Edi juga mengapresiasi kerja keras Basarnas, TNI AL, Polri, Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta seluruh unsur yang terlibat dalam proses evakuasi. Menurutnya, keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama sehingga seluruh sumber daya perlu dimaksimalkan hingga operasi pencarian dinyatakan selesai.

Edi menegaskan bahwa kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 bukan merupakan peristiwa yang berdiri sendiri. Ia mengingatkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir Indonesia berulang kali menghadapi berbagai kecelakaan transportasi laut, mulai dari tenggelamnya KMP Yunicee pada 2021, KM Ladang Pertiwi 02 dan kebakaran KM Express Cantika 77 pada 2022, tenggelamnya KM Putri Sakinah, kebakaran KM Barcelona V, tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya pada 2025, hingga tenggelamnya KM Nurul Salsa dan kini kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 pada 2026.

Menurutnya, rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan bahwa kecelakaan kapal masih terjadi hampir setiap tahun dengan dominasi kasus tenggelam dan kebakaran. Karena itu, evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi tidak dapat lagi ditunda.

"Keselamatan adalah harga mati. Kementerian Perhubungan harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi, baik laut, darat, maupun udara. Investigasi tidak boleh berhenti pada penerbitan rekomendasi, tetapi harus dipastikan seluruh rekomendasi dijalankan secara konsisten," tegasnya.

Edi menilai, apabila hasil investigasi kembali menemukan penyebab berupa kelalaian, kapal tidak laik laut, maupun human error, maka evaluasi harus menyasar seluruh pihak yang bertanggung jawab, baik regulator maupun operator transportasi.

Ia menambahkan, persoalan yang terus berulang dalam berbagai kecelakaan kapal hampir selalu berkaitan dengan lemahnya pengawasan terhadap kelaikan kapal, ketidaksesuaian manifes penumpang, dugaan kelebihan muatan, kualitas sumber daya manusia, hingga belum optimalnya penerapan standar keselamatan.

Karena itu, Edi meminta pemerintah memperketat pengawasan dan memastikan seluruh regulasi keselamatan dijalankan secara konsisten tanpa kompromi agar tragedi serupa tidak terus terulang di masa mendatang.

Quote