Semarang, Gesuri.id – Kunjungan reses ke Jawa Tengah dilaksanakan DPR RI dari Komisi VI guna memastikan kesiapan daerah menghadapi Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan stok pangan mencukupi dan pelayanan perbankan siap menghadapi meningkatnya transaksi masyarakat selama periode Lebaran.
Ketua Rombongan Reses Komisi VI DPR RI yang juga Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Adisatrya Suryo Sulisto, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan sektor pangan dan perbankan menjelang Idulfitri. Hal ini dinilai penting mengingat tingginya mobilitas masyarakat selama periode mudik.
Dalam pertemuan tersebut turut dihadirkan sejumlah BUMN pangan dan perbankan, seperti Perum Bulog, ID Food, serta bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara, yakni Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, dan Bank Tabungan Negara.
“Kami ingin memastikan ketahanan pangan serta kesiapan komoditas kebutuhan pokok bagi masyarakat, terutama agar harga tetap wajar. Dari sisi perbankan juga penting memastikan likuiditas selama Lebaran agar masyarakat tidak mengalami kesulitan,” kata Adisatrya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Iqbal Shoffan Shofwan, menyampaikan stok indikatif sejumlah barang kebutuhan pokok secara nasional relatif aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga tiga bulan ke depan, termasuk selama Idulfitri.
Ia menilai stabilitas harga pangan di Jawa Tengah cukup baik dan masih berada dalam batas harga eceran tertinggi (HET). Hanya satu komoditas yang masih mengalami kenaikan harga, yaitu cabai rawit merah.
“Harga kebutuhan pokok di Jawa Tengah sangat bagus, tidak ada yang melebihi HET. Hanya cabai rawit merah yang masih tinggi. Terima kasih kepada Pak Gubernur yang telah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok tetap kondusif,” ujar Iqbal.
Ia menambahkan pemerintah juga telah mempercepat distribusi barang kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri sebagai langkah mitigasi terhadap potensi gangguan distribusi.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan setelah adanya informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengenai potensi curah hujan tinggi hingga akhir Maret 2026.
“Karena ada potensi hujan tinggi, distribusi kebutuhan pokok kita percepat sejak rapat koordinasi pada akhir Januari lalu,” katanya.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok dapat terjaga sehingga masyarakat dapat menjalani Ramadan dan Idulfitri dengan lebih tenang.

















































































