Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi XIII DPR RI, Marinus Gea, menyoroti serius persoalan yang terus berulang di lembaga pemasyarakatan (lapas) saat melakukan kunjungan kerja ke Lapas Kelas IIB Pariaman.
Menurutnya, masalah overkapasitas dan tingginya jumlah warga binaan kasus narkoba sudah menjadi isu nasional yang terus muncul dari waktu ke waktu tanpa penyelesaian komprehensif.
Dalam pernyataannya, Marinus mempertanyakan mengapa persoalan lapas tidak kunjung terselesaikan, meski telah berulang kali dibahas dan dipantau.
Baca: Ganjar Pranowo Tegaskan Marsinah Lebih Layak

Ia menegaskan bahwa buruknya koordinasi antara penegak hukum dan lembaga pemasyarakatan menjadi salah satu faktor utama mengapa masalah tersebut terus terulang.
“Kenapa itu-itu saja masalahnya, tapi kita tidak bisa menyelesaikannya. Overkapasitas itu tidak akan bisa dihilangkan selama koordinasi antara penegak hukum sampai kepada pembinaan tidak berjalan dengan baik. Ini persoalan nasional yang selalu muncul ketika kita lakukan kunjungan, dan faktanya belum pernah benar-benar tuntas,” tegas Marinus, Sabtu 29 November 2025.
Baca: Ganjar Ajak Kader Banteng NTB Selalu Introspeksi Diri

Ia juga menyoroti soal narkoba yang mendominasi kasus warga binaan di lapas. Berdasarkan evaluasi kunjungan dan laporan yang diterima, hampir 80 persen narapidana di seluruh Indonesia terjerat kasus narkotika.
Menurut politis PDI Perjuangan itu hal tersebut menunjukkan bahwa pembinaan di lapas belum menyentuh akar permasalahan.
“Utamanya soal narkoba. Setiap kali kita kunjungan, pasti persoalannya narkoba, bahkan 80 persen warga binaan di seluruh Indonesia adalah kasus narkoba. Apakah ini bisa selesai ketika mereka sudah dipenjara dan dibina di lapas? Saya pribadi tidak yakin, karena faktanya tidak selalu seperti yang Bapak sampaikan ketika rapat bahwa pembinaan berjalan baik,” tutup Marinus Gea.

















































































