Denpasar, Gesuri.id – Anggota Komisi VII sekaligus Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Nila Yani Hardiyanti, S.I.Kom., M.IP., mendorong perguruan tinggi di Bali untuk giat mencetak generasi muda yang berjiwa entrepreneur, pelaku ekonomi kreatif, hingga inovator digital. Langkah ini dinilai krusial agar pemuda Bali tak sekadar menjadi tenaga kerja di sektor pariwisata.
Pesan tersebut disampaikan Nila Yani saat berkunjung ke Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, pada Rabu (27/8/2026).
"Bali memiliki sektor pariwisata yang sangat kuat. Namun, tantangan ke depan bukan lagi sekadar mendatangkan wisatawan. Kami mendorong generasi muda Bali menjadi bagian dari value chain pariwisata—bukan hanya sebagai pekerja, melainkan sebagai entrepreneur, pelaku ekonomi kreatif, pengembang UMKM, atau inovator digital," ujar legislator muda dari Dapil X Jawa Timur tersebut.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Nila Yani menegaskan kesiapan tersebut harus dipupuk sejak dari bangku kuliah. Terlebih, pesatnya perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mulai mengubah struktur dunia kerja secara signifikan dan menggeser berbagai posisi pekerjaan konvensional.
Menurutnya, perguruan tinggi di Bali memegang posisi strategis untuk menjembatani dunia pendidikan dengan potensi lokal, seperti ekonomi kreatif, UMKM, teknologi, serta kebutuhan industri.

"Anak muda yang menimba ilmu di Bali tidak boleh hanya menjadi roda penggerak ekonomi sebagai pekerja, tetapi harus menjadi pelaku yang memicu pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat," tegasnya.
Secara khusus, Nila Yani memberikan masukan bagi Universitas Warmadewa agar mempertimbangkan pengembangan program studi yang lebih spesifik di bidang hospitality. Hal ini bertujuan untuk menjawab tantangan industri yang membutuhkan SDM adaptif dan berwawasan luas.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
"Kita membutuhkan generasi muda yang tidak hanya paham bisnis hospitality, tetapi juga menguasai teknologi, prinsip keberlanjutan (sustainability), serta berani membuka usaha baru," ungkap Nila Yani.
Ia berharap institusi pendidikan tinggi di Bali mampu berstransformasi dari sekadar pemasok tenaga kerja menjadi inkubator pencetak wirausahawan masa depan.
"Kampus hendaknya tidak hanya menjadi pemasok tenaga kerja bagi industri pariwisata Bali, tetapi juga pencetak entrepreneur yang akan membangun dan memajukan industri pariwisata Bali ke depan," pungkasnya.

















































































