Gresik, Gesuri.id – Anggota Komisi VII DPR RI, Nila Yani Hardiyanti, meminta Kementerian Pariwisata RI untuk secara aktif mendorong sektor wisata nasional agar tidak kehilangan pangsa pasar domestik.
Langkah antisipatif ini dinilai krusial di tengah situasi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.
Wakil rakyat asal Kabupaten Gresik tersebut menjelaskan bahwa pariwisata merupakan sektor strategis yang mampu memberikan efek pengganda (multiplier effect) secara masif dan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
Kendati demikian, Nila mengapresiasi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada kuartal pertama tahun 2026. Menurutnya, capaian itu menjadi sinyal positif bahwa citra serta daya saing pariwisata Indonesia di pasar global masih terjaga dengan baik.
“Di saat kondisi ekonomi global sedang tidak mudah dan nilai tukar rupiah menghadapi tekanan, pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara menjadi angin segar bahwa daya tarik pariwisata Indonesia tetap kuat di mata dunia,” ujar Nila di Gresik, Selasa (9/6).
Menurut politisi PDI Perjuangan ini, tren positif tersebut membuktikan bahwa berbagai strategi promosi dan pembangunan destinasi prioritas yang digarap pemerintah mulai menampakkan hasil riil. Kepercayaan pelancong internasional untuk berkunjung ke tanah air tetap solid meski stabilitas ekonomi global belum sepenuhnya pulih.
“Pariwisata adalah salah satu sektor yang terbukti memiliki daya dorong ekonomi yang besar. Oleh karena itu, momentum pertumbuhan kunjungan wisman ini harus terus kita kawal dan perkuat,” tuturnya menjelaskan.
Walau pasar internasional menunjukkan grafik peningkatan, Nila mengingatkan Kementerian Pariwisata agar tidak lengah dalam menggarap potensi wisatawan nusantara (wisnus).
Baca: Ganjar Bangga dengan Kualitas Bahan Aspal Karya Anak Bangsa
Keseimbangan serapan antara pasar internasional dan domestik diyakini akan menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan industri pariwisata nasional dari fluktuasi ekonomi global.
Ia menekankan bahwa kekuatan ekonomi domestik harus menjadi benteng pertahanan utama ketika terjadi gejolak eksternal. Pergerakan wisatawan lokal di dalam negeri secara langsung akan menghidupkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar daerah tujuan wisata.
“Ke depan, kita ingin melihat struktur pariwisata Indonesia semakin kokoh, baik di pasar global maupun domestik. Jika kunjungan wisatawan asing terus tumbuh dan wisatawan nusantara juga bergerak aktif, sektor ini akan menjelma sebagai salah satu mesin penggerak ekonomi nasional yang sangat tangguh,” pungkas Nila.

















































































