Cirebon, Gesuri.id – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono, mendorong Kota Cirebon untuk bergerak lebih progresif dalam memperkuat perannya sebagai pusat perdagangan, jasa, dan motor pertumbuhan ekonomi.
Cirebon dinilai memiliki modal sejarah yang kuat untuk memimpin lompatan ekonomi di kawasan timur Jawa Barat maupun wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan).
"Di usianya yang ke-599 tahun, Kota Cirebon harus kembali menegaskan dirinya sebagai pusat perdagangan, pusat pelayanan, dan pusat pertumbuhan ekonomi yang tangguh," ujar Ono Surono saat memberikan keterangan di Cirebon, Selasa (16/6).
Baca: Ini Deretan Program Ganjar Pranowo Yang Berhasil Tekan Angka
Ono menekankan, luas wilayah yang relatif kecil seharusnya tidak menjadi hambatan, melainkan sebuah keuntungan strategis untuk melahirkan tata kelola kota yang lincah dan penuh inovasi. Dengan wilayah yang kompak, koordinasi dan eksekusi program pembangunan semestinya bisa berjalan jauh lebih cepat.
"Kota Cirebon ini hanya meliputi 5 kecamatan dan 22 kelurahan. Dengan wilayah seefisiensi itu, harusnya kota ini bisa jauh lebih maju lagi melalui berbagai macam inovasi segar," tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.
Menurut Ono, inovasi yang dilahirkan pemerintah daerah harus menyentuh persoalan riil perkotaan modern saat ini. Dua sektor yang ia soroti adalah manajemen lingkungan hidup dan ketahanan pangan skala rumah tangga.
Ia mendorong pemkot setempat untuk merumuskan tata kelola sampah yang modern dan berbasis komunitas. Selain itu, sektor pemanfaatan lahan sekecil apa pun harus mulai dioptimalkan untuk mendongkrak ekonomi warga.
"Persoalan seperti pengelolaan sampah harus dijawab dengan inovasi. Kemudian, pemanfaatan pekarangan rumah melalui konsep pertanian perkotaan (urban farming) juga bisa menjadi alternatif menarik yang dikembangkan ke depan," tuturnya.
Di samping itu, Ono mengingatkan bahwa masih ada pekerjaan rumah (PR) besar yang tidak boleh luput dari perhatian, terutama terkait program pengentasan kemiskinan ekstrem dan peningkatan mutu layanan pendidikan.
Kendati memiliki sejumlah tantangan internal, Ono mengapresiasi capaian indikator makro Kota Cirebon yang tercatat masih berada di tren positif jika dibandingkan dengan beberapa daerah lain di Jawa Barat.
Baca: Sambut Bulan Bung Karno, Ganjar Ajak Generasi Muda
"Indeks pendidikan dan kesehatannya baik, daya beli masyarakatnya cukup kuat, serta pertumbuhan ekonominya juga menunjukkan performa yang lumayan bagus," ungkapnya.
Menutup keterangannya, Ono menjelaskan bahwa posisi Kota Cirebon diuntungkan oleh masifnya industrialisasi di wilayah sekitar. Aktivitas investasi di Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan secara otomatis mengalirkan dampak ekonomi ke pusat kota.
Ia optimistis, jika fungsi Kota Cirebon sebagai pusat perdagangan dan jasa diperkuat, wilayah ini tidak hanya akan menguasai pasar Ciayumajakuning, tetapi juga mampu menjadi episentrum utama bagi kawasan metropolitan baru Rebana.
"Selama ini Kota Cirebon diuntungkan dan mendapatkan dampak besar dari geliat pembangunan yang ada di wilayah Ciayumajakuning. Momentum ini harus ditangkap maksimal untuk mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi kawasan," pungkas Ono.

















































































