Ikuti Kami

Ony Setiawan Inisiasi Gerakan Penanaman Sorgum

Gerakan penanaman sorgum sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung diversifikasi komoditas non-beras di daerah.

Ony Setiawan Inisiasi Gerakan Penanaman Sorgum
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Ony Setiawan.

Jakarta, Gesur.id - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Ony Setiawan menginisiasi gerakan penanaman sorgum sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung diversifikasi komoditas non-beras di daerah.

“Ini bagian dari komitmen kami menjalankan arahan partai sekaligus menguji potensi sorgum di Tuban, baik dari sisi produktivitas maupun nilai ekonominya bagi masyarakat,” ujar Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim ini di Surabaya.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terkait pengembangan tanaman pendamping beras guna memperkuat kedaulatan pangan nasional.

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

Ony mengatakan, pihaknya mulai menyiapkan lahan di Kabupaten Tuban serta menggerakkan kader partai untuk menanam sorgum yang dikenal masyarakat setempat sebagai “orean”.

Ia menjelaskan, sorgum dinilai cocok dikembangkan di wilayah Tuban yang didominasi tanah berkapur dan beriklim kering. 

Tanaman serealia tersebut dikenal memiliki daya tahan tinggi terhadap kekeringan serta kebutuhan air yang relatif rendah dibandingkan padi maupun jagung.

Selain itu, lanjut dia, sorgum mampu tumbuh di lahan marginal dan memiliki sistem panen berulang (ratoon), sehingga dapat meningkatkan efisiensi produksi bagi petani.

Menurut Ony, keunggulan lain dari sorgum terletak pada pemanfaatannya yang luas. Bulir sorgum dapat diolah menjadi bahan pangan alternatif seperti beras dan tepung, sedangkan batang serta daunnya bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak hingga bahan baku energi terbarukan.

“Sorgum merupakan tanaman multiguna yang tidak hanya mendukung sektor pangan, tetapi juga peternakan dan energi,” katanya.

Dari sisi kesehatan, sorgum juga memiliki nilai tambah karena bebas gluten dan memiliki indeks glikemik rendah, sehingga dinilai aman bagi penderita diabetes dan mendukung pola konsumsi sehat.

Ony menambahkan, pengembangan sorgum juga diarahkan untuk mendorong hilirisasi produk pertanian di daerah. 

Ia berharap Tuban ke depan tidak hanya menjadi penghasil bahan mentah, tetapi juga mampu mengembangkan industri olahan berbasis sorgum.

Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo

“Jika dikelola dengan baik, sorgum bisa menjadi sumber ekonomi baru melalui pengembangan produk turunan seperti tepung, beras sorgum, hingga olahan pangan lainnya,” ujarnya.

Saat ini, pengembangan sorgum di Jawa Timur mulai menunjukkan tren positif. Sejumlah daerah seperti Jombang, Lamongan, dan Pasuruan telah mengembangkan berbagai produk turunan, mulai dari gula cair, tepung hingga pakan ternak.

Ia berharap gerakan penanaman sorgum di Tuban dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui komoditas alternatif yang adaptif terhadap perubahan iklim.

Quote