Jakarta, Gesuri.id — Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah, menegaskan bahwa Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengemban tanggung jawab besar untuk membenahi institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Pembenahan tersebut khususnya berfokus pada peningkatan mutu pelayanan penegakan hukum serta penguatan integritas personel.
Menurut Said, momentum pergantian kepemimpinan ini harus dimanfaatkan secara optimal untuk membangun budaya kerja institusi yang lebih profesional, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
Ia menekankan pentingnya komitmen pelayanan yang berkeadilan, di mana masyarakat atau pelapor berhak mendapatkan keterbukaan informasi terkait perkembangan laporan mereka tanpa perlu menempuh jalur informal.
Secara khusus, Said menyoroti fenomena dan persepsi publik yang marak belakangan ini, seperti jargon “no viral, no justice”. Fenomena tersebut menandakan masih adanya anggapan di tengah masyarakat bahwa suatu perkara baru mendapat perhatian serius setelah viral di media sosial.
Oleh karena itu, ia mendorong Kapolri untuk segera menerjemahkan komitmen reformasi ke dalam langkah-langkah konkret, salah satunya melalui program percepatan (quick win) yang berorientasi pada peningkatan layanan dan kedisiplinan anggota.
“Menjadi kepala kepolisian bukanlah puncak karier, melainkan puncak tanggung jawab,” tegas Said, mengutip kembali komitmen yang disampaikan Suyudi.
Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
Selain penguatan pengawasan internal melalui Itwasum dan Propam, Said menggarisbawahi pentingnya pelibatan pengawasan eksternal secara intensif. Hal ini mencakup peran aktif Komite Kepolisian Nasional (Kompolnas) serta partisipasi masyarakat hingga tingkat kepolisian sektor (polsek) dan kepolisian resor (polres).
Menurutnya, kewibawaan Polri hendaknya dibangun bukan melalui sikap keras, melainkan lewat kompetensi, integritas, dan ketegasan yang proporsional.
Lebih lanjut, Said mengapresiasi langkah awal kepemimpinan baru yang melakukan rotasi terhadap puluhan perwira tinggi serta menunjuk Komjen Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kapolri (Wakapolri).
Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa penyegaran jabatan hanyalah langkah awal. Pembenahan struktural dan kultural secara menyeluruh membutuhkan komitmen berkelanjutan serta keteladanan yang konsisten dari pucuk pimpinan hingga jajaran terdepan.

















































































