Trenggalek, Gesuri.id – Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Novita Hardini, mendorong generasi muda Trenggalek memanfaatkan peluang ekonomi dari industri gim. Anak muda tidak cukup hanya menjadi pengguna atau pemain, tetapi perlu didorong mengembangkan keterampilan hingga mampu menciptakan karya digital yang memiliki nilai ekonomi.
Dorongan tersebut disampaikan Novita dalam kegiatan Membangun Kemajuan Daerah melalui Dunia Gim di Aula PHD Nusantara, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek.
Kegiatan ini menghadirkan perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif dan praktisi industri gim untuk mengenalkan potensi sektor tersebut.
Menurut Novita, industri gim memiliki ekosistem pekerjaan yang luas. Peluangnya tidak hanya terbuka bagi pengembang perangkat lunak, tetapi juga penulis cerita, ilustrator, desainer karakter, animator, hingga tenaga pemasaran digital.
Berbagai keterampilan tersebut dapat dipelajari dan dikembangkan anak muda di daerah untuk memasuki industri kreatif digital.
“Anak muda harus naik kelas, dari sekadar bermain menjadi pencipta. Hobi bisa menjadi keterampilan, keterampilan bisa melahirkan karya, dan karya dapat membuka peluang ekonomi,” tegas Novita, dikutip Sabtu (31/10/2026).
Selain membuka peluang profesi, Novita melihat industri gim sebagai media kreatif untuk memperkenalkan identitas dan potensi daerah. Cerita rakyat, sejarah, budaya, keindahan alam, hingga potensi pertanian Trenggalek dapat diangkat menjadi inspirasi karya digital.
Dengan pendekatan tersebut, teknologi tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media promosi potensi lokal yang dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Namun, Novita mengingatkan pengembangan industri gim perlu disertai pendampingan dan penguatan literasi digital. Aspek etika penggunaan teknologi, keamanan internet, serta pengelolaan waktu juga harus menjadi perhatian.
Ia mendorong pemerintah desa, komunitas, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan membuka ruang belajar serta kolaborasi bagi generasi muda. Dukungan tersebut diperlukan agar anak-anak muda di daerah memiliki akses untuk mengembangkan keterampilan dan menghasilkan karya.
“Teknologi jangan sampai menjauhkan anak muda dari desanya. Justru teknologi harus menjadi jembatan untuk memperkenalkan potensi lokal dan menciptakan peluang baru. Kita ingin membuktikan bahwa kreativitas dan karya bernilai ekonomi juga bisa lahir dari Trenggalek,” pungkasnya.
Melalui pengembangan ekosistem industri gim, potensi kreativitas generasi muda Trenggalek diharapkan dapat berkembang menjadi peluang usaha dan sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah.

















































































