Bogor, Gesuri.id — Anggota DPRD Kota Bogor, Banu Lesmana Bagaskara, mengapresiasi aksi nyata DPC Pemuda Tani Indonesia (PTI) Kota Bogor yang menggelar penanaman padi dan jagung di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Rabu (28/10).
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-40 Pemuda Tani Indonesia. Langkah ini dinilai sebagai wujud nyata kepedulian generasi muda dalam memanfaatkan lahan tidur guna memperkuat ketahanan pangan daerah.
Banu menilai konsistensi Pemuda Tani Kota Bogor dalam menggerakkan generasi muda di sektor pertanian patut mendapatkan perhatian dan dukungan penuh. Menurutnya, pemanfaatan lahan kosong untuk komoditas pangan merupakan bentuk kreativitas anak muda dalam mendukung kemandirian pangan masyarakat.
Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo
"Ini merupakan langkah yang sangat saya apresiasi sebagai anggota DPRD Kota Bogor. Pemuda Tani Kota Bogor menjadi lokomotif dalam memanfaatkan lahan-lahan tidur dan kosong agar bisa ditanami sumber pangan seperti padi dan jagung, demi menjaga ketahanan pangan masyarakat," ujar Banu.
Lebih lanjut, Banu menyebut gerakan penanaman ini selaras dengan arah kebijakan strategis pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Ia menekankan pentingnya semangat berdikari (berdiri di atas kaki sendiri), khususnya di sektor ekonomi dan pemenuhan kebutuhan pangan harian.
Menurut Politisi Muda ini, penguatan produksi pangan dalam negeri sangat krusial agar Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada produk impor. Pemanfaatan lahan perkotaan yang masih tersedia menjadi salah satu solusi konkret untuk mendongkrak produktivitas pertanian lokal.
"Dengan pengelolaan yang tepat, lahan kosong berpotensi memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar sekaligus menjaga ketersediaan pangan berkelanjutan di Kota Bogor," jelasnya.
Baca: Ganjar Pranowo: Dari Pengacara hingga Gubernur
Banu juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi milenial dan Gen Z dalam mengembangkannya, terutama melalui konsep pertanian perkotaan (urban farming). Keterbatasan lahan di Kota Bogor, tegasnya, tidak boleh menjadi penghalang bagi generasi muda untuk berinovasi.
"Keterbatasan lahan bukan alasan untuk berhenti. Anak muda harus berpikir kritis, kreatif, dan memanfaatkan setiap ruang yang ada untuk kegiatan produktif," pungkas Banu.
Melalui momentum Sumpah Pemuda dan HUT ke-40 PTI ini, keterlibatan aktif generasi muda diharapkan dapat terus tumbuh sehingga sektor pertanian tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan menjadi pilar utama kedaulatan pangan daerah.

















































































