Ikuti Kami

Perkuat Ketahanan Keluarga, Indah Kurnia Dorong Pencegahan Stunting di Sidoarjo

Pembangunan kualitas keluarga merupakan fondasi krusial dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.

Perkuat Ketahanan Keluarga, Indah Kurnia Dorong Pencegahan Stunting di Sidoarjo
Anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurnia.

Sidoarjo, Gesuri.id — Penguatan ketahanan keluarga dan upaya pencegahan stunting menjadi fokus utama dalam kegiatan Sosialisasi Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja yang digelar di Dusun Tanjungsari, Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (10/10).

Kegiatan ini menghadirkan Anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurnia; Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Shodiqin; Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Sidoarjo, Heni Kristiani; serta Camat Jabon, Abdul Rokhim.

Indah Kurnia menegaskan bahwa pembangunan kualitas keluarga merupakan fondasi krusial dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing guna menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak

“Pembangunan sumber daya manusia harus dipersiapkan sejak sekarang, dimulai dari keluarga. Keluarga yang berkualitas akan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi yang sehat, tangguh, dan mampu bersaing,” ujarnya.

Ia menambahkan, perencanaan keluarga yang matang serta partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk menyukseskan program pemerintah sekaligus menyerap aspirasi warga terkait berbagai persoalan pembangunan keluarga.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Shodiqin, memaparkan sejumlah program prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Program tersebut meliputi Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya (SIDAYA), Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), serta layanan konsultasi keluarga berbasis aplikasi digital (Super App).

Shodiqin menekankan pentingnya pencegahan stunting sejak dini, khususnya pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Menurutnya, langkah ini memerlukan perhatian menyeluruh mulai dari masa kehamilan, pemenuhan gizi seimbang, penerapan pola asuh yang tepat, hingga penyediaan lingkungan yang sehat.

Dari tingkat daerah, Kepala Dinas P3AKB Kabupaten Sidoarjo, Heni Kristiani, menyoroti berbagai tantangan pembangunan keluarga yang perlu diatasi bersama, seperti stunting, perkawinan anak, keluarga dengan perempuan sebagai kepala keluarga, kasus HIV/AIDS, serta peningkatan keterlibatan pria dalam program Keluarga Berencana (KB).

Baca: Ganjar Pranowo: Dari Pengacara hingga Gubernur

Heni juga mengingatkan pentingnya penguatan delapan fungsi keluarga serta perlindungan anak dari ancaman kejahatan digital, termasuk edukasi penggunaan media sosial yang aman dan kewaspadaan terhadap ancaman child grooming (pendekatan manipulatif terhadap anak).

Rangkaian acara sosialisasi ini berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta tampak antusias menanyakan berbagai hal seputar kesehatan remaja, program pendampingan, hingga akses bantuan sosial.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, mitra kerja, tenaga pendamping, dan masyarakat ini, program Bangga Kencana diharapkan mampu menjangkau lebih luas serta mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat, mandiri, dan berkualitas.

Quote