Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi ll DPR RI yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Yevri Sitorus mengritik langkah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang mengajak perwakilan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) dalam kunjungan ke Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ia menilai kunjungan ke daerah bencana merupakan langkah yang baik, namun mempertanyakan alasan mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) tidak turut dilibatkan.
"Pergi ke daerah bencana itu menurut saya sudah bagus. Terlepas dari motif dan terserah orang mau bilang pencitraan atau ikhlas. Pertanyaan saya sih sederhana saja: kenapa anak-anak mahasiswa UBK kemarin gak ikut diajak? Jangan suka habis manis sepah dibuang lah," kata Deddy.
Sebelumnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menggandeng perwakilan mahasiswa Fakultas Psikologi UI dalam kunjungan kerja ke NTT pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Keterlibatan mahasiswa tersebut ditujukan untuk membantu penanganan trauma atau trauma healing bagi masyarakat yang terdampak bencana. Gibran bersama perwakilan mahasiswa UI bertolak menuju NTT menggunakan pesawat kenegaraan.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi masyarakat terdampak bencana sekaligus memastikan penanganan dan proses pemulihan pascabencana berjalan optimal di lapangan.
Pernyataan Deddy tersebut disampaikan di tengah polemik pertemuan mahasiswa UBK dengan Wakil Presiden Gibran pada Juni 2026. Ia menyoroti adanya perbedaan perlakuan terhadap mahasiswa UBK yang sebelumnya sempat terlibat dalam dialog dengan Gibran.
Polemik tersebut mencuat setelah adanya pengakuan Ketua BEM Fakultas Hukum UBK yang menerima sejumlah uang setelah mengikuti aksi unjuk rasa dan dialog di Istana Wakil Presiden.
Deddy pun mempertanyakan kembali keputusan Gibran melibatkan mahasiswa UI dalam agenda penanganan bencana di NTT, sementara mahasiswa UBK yang sebelumnya menjadi bagian dari polemik tersebut tidak diajak dalam kunjungan serupa.

















































































