Serang, Gesuri.id — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten, Yeremia Mendrofa, menegaskan bahwa Hari Koperasi Indonesia bukan sekadar peringatan tahunan.
Momen ini harus menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali semangat ekonomi kerakyatan yang diwariskan oleh Bapak Koperasi Indonesia, Mohammad Hatta.
Menurut Yeremia, Bung Hatta meyakini koperasi bukan hanya sebatas badan usaha, melainkan sebuah gerakan ekonomi rakyat yang dibangun di atas nilai kekeluargaan, gotong royong, kejujuran, demokrasi, dan keadilan sosial.
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
"Semangat itulah yang harus terus menjadi roh dalam pembangunan ekonomi Indonesia," ujar Yeremia dalam keterangannya
Yeremia tidak menampik bahwa di tengah situasi ekonomi saat ini, koperasi masih dihadapkan pada berbagai persoalan klasik yang cukup kompleks. Mulai dari kualitas tata kelola yang belum merata, keterbatasan permodalan, rendahnya daya saing, hingga belum optimalnya pemanfaatan teknologi digital.
Kendati demikian, ia melihat koperasi tetap memiliki peluang besar karena mampu menghimpun kekuatan masyarakat demi kesejahteraan bersama.
"Karena itu, semangat Hari Koperasi harus diwujudkan melalui aksi nyata. Pemerintah perlu memperkuat pembinaan, pendampingan, digitalisasi, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar," tuturnya.
Ia juga mengingatkan para pengurus koperasi agar mengedepankan profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas untuk menjaga kepercayaan anggota. Di sisi lain, masyarakat pun diharapkan kembali melirik koperasi sebagai pilihan utama dalam membangun kemandirian ekonomi.
Menyoroti program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), Yeremia menilai program tersebut sebagai langkah strategis untuk menggerakkan ekonomi dari akar rumput. Namun, ia memberikan catatan kritis agar keberhasilan KDMP tidak hanya diukur dari kuantitas atau jumlah koperasi yang terbentuk.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
"Yang lebih penting adalah memastikan setiap koperasi memiliki usaha yang produktif, pengurus yang kompeten, anggota yang aktif, tata kelola yang sehat, serta pendampingan yang berkelanjutan. KDMP harus menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, bukan sekadar memenuhi target administratif," tegasnya.
Di akhir penyataannya, Politisi Banten ini berharap agar nilai-nilai luhur koperasi yang dicetuskan Bung Hatta benar-benar diimplementasikan secara nyata, bukan sekadar menjadi pemanis slogan.
"Jika nilai-nilai Bung Hatta dipadukan dengan tata kelola modern dan inovasi, termasuk melalui penguatan KDMP, saya optimistis koperasi akan kembali menjadi sokoguru perekonomian nasional. Koperasi harus menjadi pilar penting menuju Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat secara ekonomi," pungkas Yeremia.

















































































