Ikuti Kami

Rokhmin Pastikan Penanganan Banjir di Kab. Cirebon Berjalan Cepat dan Terkendali

Rokhmin menilai kejadian banjir tersebut harus menjadi pembelajaran bersama.

Rokhmin Pastikan Penanganan Banjir di Kab. Cirebon Berjalan Cepat dan Terkendali
Anggota Komisi IV DPR RI Rokhmin Dahuri.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Rokhmin Dahuri memastikan penanganan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon telah dilakukan secara cepat dan terkoordinasi bersama pemerintah daerah, sehingga kondisi saat ini dinilai relatif terkendali.

Ia mengatakan, pihaknya bersama Bupati Cirebon dan Ketua DPRD Kabupaten Cirebon telah bergerak cepat untuk memastikan penanganan banjir berjalan optimal.

Rokhmin menilai, kejadian banjir tersebut harus menjadi pembelajaran bersama, mengingat peristiwa serupa terus berulang, tidak hanya di Kabupaten Cirebon, tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia. 

Menurutnya, upaya penanganan tidak cukup hanya bersifat darurat, melainkan harus disertai langkah pencegahan jangka panjang.

Dalam pandangannya, salah satu penyebab utama banjir adalah deforestasi yang masih terjadi di berbagai wilayah. Ia menyoroti kondisi tutupan hutan di Jawa Barat yang saat ini hanya sekitar 17 persen, jauh di bawah ketentuan ekologis yang ideal. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap daya dukung lingkungan dalam menahan debit air hujan.

Selain deforestasi, Rokhmin juga menekankan pentingnya perbaikan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS), pembersihan saluran air secara rutin, serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Ia menilai, tanpa keterlibatan semua pihak, risiko banjir akan terus berulang setiap musim hujan.

Sementara itu, Bupati Cirebon Imron memastikan penanganan banjir di sejumlah wilayah telah dilakukan secara cepat setelah pemerintah daerah menerima informasi dari pemberitaan media. Ia menyebutkan, laporan tersebut menginformasikan adanya luapan air di beberapa titik yang membawa material dan merendam kendaraan warga.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Imron bersama Ketua DPRD Kabupaten Cirebon serta Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon langsung meninjau lokasi terdampak banjir. Dari hasil koordinasi tersebut, pemerintah daerah segera mengambil langkah pengamanan.

“Hasil koordinasi dengan BPBD, sejumlah titik pengaman seperti benteng penahan air akan segera diperbaiki,” jelas Imron, dikutip pada Minggu (28/12/2025).

Imron menjelaskan, banjir yang terjadi merupakan banjir kiriman dari wilayah hulu, bukan akibat genangan permanen di wilayah terdampak. Indikasi banjir kiriman terlihat dari kondisi air yang cepat surut setelah hujan di daerah hulu mereda.

“Begitu hujan berhenti di hulunya, air di sini langsung surut dan kering,” sebutnya.

Meski demikian, Imron mengakui banjir kiriman tersebut sempat berdampak ke beberapa wilayah permukiman dan menyebabkan rumah warga terendam. Untuk mencegah kejadian serupa, pemerintah daerah akan menggelar rapat lanjutan lintas instansi guna membahas penataan kawasan dan sistem pengendalian banjir yang lebih komprehensif.

Ia menegaskan, penanganan ke depan akan difokuskan pada penataan lingkungan yang ramah lingkungan serta penguatan koordinasi dengan daerah hulu sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.

Di sisi lain, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Ikin Asikin, menyampaikan bahwa banjir berdampak pada tujuh kecamatan dengan total 24 desa terdampak. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan akibat terendam air.

“Pengungsi tercatat sekitar 56 jiwa dan bersifat sementara. Saat ini seluruh genangan telah surut,” ungkap Ikin.

Sebagai informasi, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Cirebon pada Selasa (23/12) menyebabkan banjir di sejumlah titik. Luapan beberapa sungai yang tidak mampu menampung debit air merendam permukiman warga di delapan kecamatan dan berdampak pada belasan desa serta kelurahan.

Quote