Ikuti Kami

Sadarestuwati: Empat Pilar Kebangsaan Benteng Generasi Muda dari Hoaks dan Ujaran Kebencian

Banyak yang hafal Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Tapi tantangannya, apakah nilai-nilai itu benar-benar dipahami.

Sadarestuwati: Empat Pilar Kebangsaan Benteng Generasi Muda dari Hoaks dan Ujaran Kebencian
Sadarestuwati saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di MTs PSM Pace, Kabupaten Nganjuk, yang diikuti oleh siswa dan wali murid, dikutip Rabu (28/1).

Jakarta, Gesuri.id - Anggota MPR RI sekaligus Anggota Komisi IV DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan, Sadarestuwati, menegaskan pentingnya sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan sebagai benteng bangsa di tengah derasnya arus informasi digital yang membuat generasi muda semakin rentan terpapar hoaks, ujaran kebencian, dan paham yang tidak sejalan dengan nilai kebangsaan.

“Banyak yang hafal Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Tapi tantangannya, apakah nilai-nilai itu benar-benar dipahami dan dipraktikkan dalam sikap, perilaku, dan cara berpikir sehari-hari,” ujar Sadarestuwati saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di MTs PSM Pace, Kabupaten Nganjuk, yang diikuti oleh siswa dan wali murid, dikutip Rabu (28/1).

Legislator perempuan asal Kabupaten Jombang tersebut menilai, tantangan kebangsaan saat ini bukan lagi sebatas pengenalan terhadap Empat Pilar, melainkan bagaimana nilai-nilai tersebut benar-benar dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya oleh generasi muda yang hidup di era digital.

“Anak-anak kita sekarang hidup di era media sosial. Jika tidak dibekali pondasi kebangsaan yang kuat, mereka mudah terpengaruh hoaks, radikalisme, dan paham yang tidak sejalan dengan jati diri bangsa,” jelasnya.

Sadarestuwati menekankan bahwa Empat Pilar Kebangsaan harus menjadi pedoman hidup, bukan sekadar materi hafalan di ruang kelas. Nilai gotong royong, toleransi, ketaatan pada hukum, serta sikap saling menghormati perbedaan harus terus ditanamkan sejak dini, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.

“Pengamalan Empat Pilar adalah tanggung jawab bersama. Orang tua harus memberi contoh nyata dalam bersikap dan berperilaku, karena anak belajar dari apa yang mereka lihat setiap hari,” tegasnya.

Dalam kegiatan sosialisasi yang digelar pada 27 Desember 2025 tersebut, Sadarestuwati juga membuka ruang dialog interaktif dengan para peserta. Para siswa diberi kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi mengenai makna Pancasila, UUD 1945, NKRI, serta Bhinneka Tunggal Ika dalam konteks kehidupan sehari-hari di tengah tantangan zaman yang terus berubah.

Quote