Kubu Raya, Gesuri.id — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Kubu Raya dan HUT ke-81 Republik Indonesia, Bupati Kubu Raya Sujiwo menginstruksikan seluruh aparatur pemerintah untuk menggiatkan kembali semangat gotong royong.
Gerakan kebersihan ini dinilai bukan sekadar urusan estetika, melainkan cerminan budaya kerja dan kualitas pelayanan publik.
Untuk memastikan gerakan ini berjalan masif, Bupati Sujiwo menegaskan akan segera menerbitkan surat edaran (SE) yang mengikat bagi seluruh perangkat daerah guna menyambut momen penting pada Juli dan Agustus mendatang.
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
"Bulan depan, tepatnya 17 Juli, Kubu Raya berulang tahun ke-19. Sebulan kemudian, kita memperingati HUT RI. Karena itu, saya mengeluarkan surat edaran yang saya pertegas agar lebih mengikat," ujar Sujiwo usai menghadiri upacara Peringatan Hari Berkabung Daerah di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (29/6).
Melalui kebijakan tersebut, Sujiwo meminta seluruh kepala perangkat daerah mempercantik lingkungan kantor masing-masing. Instruksi itu meliputi penanaman pohon, aksi bersih-bersih, hingga pengecatan ulang gedung yang sudah kusam.
Bahkan secara khusus, ia memberikan kelonggaran bagi instansi yang terkendala fasilitas. "Kalau memang kusam, dicat. Kalau catnya tidak ada, kepala dinas boleh datang bertemu saya, ambil catnya dari saya," tegasnya.
Sujiwo menambahkan, instruksi ini juga berlaku bagi para camat untuk menggerakkan puskesmas, pemerintah desa, hingga lapisan masyarakat. Pelaksanaan gerakan serentak di seluruh wilayah Kubu Raya ini nantinya akan dikoordinasikan langsung oleh wakil bupati bersama sekretaris daerah.
Namun, ia menggarisbawahi bahwa menjaga kerapian lingkungan idealnya tidak hanya dilakukan saat menjelang hari besar atau momentum tertentu saja, melainkan harus melekat dalam aktivitas keseharian aparatur sipil negara (ASN).
Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
"Kantor-kantor pelayanan publik harus menjadi tempat yang nyaman. Tidak harus mewah; yang penting bersih, tertata, rumputnya rapi, dan lampunya menyala, sehingga masyarakat merasa nyaman saat datang mendapatkan pelayanan," tutur Sujiwo.
Di akhir penyampaiannya, Sujiwo merefleksikan nilai gotong royong sebagai warisan luhur bangsa yang kini mulai memudar, terutama di kawasan perkotaan. Melalui aksi nyata ini, ia berharap Kubu Raya dapat menjadi pelopor dalam menghidupkan kembali budaya kebersamaan tersebut.
"Ayo di Kubu Raya kita bangkitkan lagi, supaya cita-cita mewujudkan Kubu Raya yang asri benar-benar dapat terwujud," ajaknya.

















































































