Sumedang, Gesuri.id – Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari, mendorong percepatan perbaikan infrastruktur irigasi tersier di Desa Darmajaya, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang.
Langkah ini dinilai krusial untuk mendongkrak produktivitas sektor pertanian sekaligus memperkokoh benteng ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Ineu mengungkapkan, proyek perbaikan saluran air ini merupakan realisasi langsung dari aspirasi masyarakat yang dijaringnya selama masa reses. Berkat pengawalan ketat, usulan tersebut kini mulai digarap menggunakan sokongan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Baca: Mengulik Gaya Kepemimpinan Transformasional Ganjar Pranowo
"Perbaikan irigasi ini merupakan bentuk nyata tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang disampaikan saat reses dan kini mulai direalisasikan," ujar Ineu dalam keterangan tertulisnya di Sumedang, Sabtu.
Politisi perempuan ini menegaskan, ketersediaan pasokan air yang stabil melalui sistem irigasi mumpuni adalah kunci utama bagi keberlanjutan lahan pertanian. Mengingat krusialnya masalah ini, Ineu berkomitmen untuk terus mengawal pemenuhan pos anggaran infrastruktur tani agar selalu masuk dalam skala prioritas pembangunan daerah.
"Saya menginisiasi dan mendorong agar pembangunannya bisa menggunakan anggaran pemerintah provinsi, sehingga kebutuhan irigasi masyarakat dapat segera ditangani," tambahnya.
Ia juga berharap sinergi lintas sektor antara DPRD Jabar, Pemprov Jabar melalui Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), serta pemerintah kabupaten setempat terus diperkuat demi kesejahteraan para petani.
Urgensi pembenahan saluran irigasi ini sejalan dengan target Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Sumedang. Kepala DPKP Sumedang, Tono Suhartono, sebelumnya sempat menyatakan bahwa penguatan sistem irigasi merupakan fondasi mutlak untuk menaikkan Indeks Pertanaman (IP) secara terukur.
“Fokus utama kami saat ini adalah memastikan jaringan irigasi teknis berfungsi dengan baik. Karena itu fondasi utama petani agar bisa meningkatkan indeks pertanaman secara lebih terukur dan berkelanjutan,” kata Tono.
Berdasarkan data DPKP Sumedang, total panjang jaringan irigasi di sektor pertanian daerah tersebut mencapai sekitar 2,1 juta meter yang mengairi setidaknya 30 ribu hektare lahan sawah. Saat ini, lebih dari 70 persen sistem irigasi tersebut diklaim dalam kondisi prima.
Baca: Ganjar Pranowo Pimpin Demo Hari Antikorupsi
Optimalisasi irigasi ini menjadi taruhan besar untuk menjaga tren positif pangan daerah. Pada tahun 2025 saja, produksi padi di Kabupaten Sumedang sukses menembus angka 294 ribu ton.
Dengan total kebutuhan konsumsi masyarakat lokal yang hanya berkisar 103 ribu ton per tahun, Sumedang berhasil mencatatkan surplus beras yang sangat impresif, yakni lebih dari 190 ribu ton.
Melalui kolaborasi dan dukungan infrastruktur yang andal, pemerintah daerah optimistis angka surplus ini dapat terus dipertahankan, sekaligus menjadi motor penggerak kesejahteraan ekonomi para petani di Kabupaten Sumedang.

















































































