Ikuti Kami

Sektor Industri Tak Boleh Gusur Budaya Lokal, Komisi VII DPR Tekankan Pentingnya Pemberdayaan Masyarakat

Kunjungan ini digelar untuk menyerap aspirasi para pelaku industri jelang penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kawasan Industri.

Sektor Industri Tak Boleh Gusur Budaya Lokal, Komisi VII DPR Tekankan Pentingnya Pemberdayaan Masyarakat
Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena.

Bekasi, Gesuri.id — Komisi VII DPR RI mengingatkan agar pengembangan kawasan industri berskala besar tidak menyampingkan keberadaan budaya dan lingkungan sosial masyarakat setempat. Kehadiran industri justru diharapkan mampu memberikan ruang bagi warga lokal untuk tetap merawat akar budayanya.

Hal tersebut ditegaskan oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, saat melakukan kunjungan kerja ke Greenland International Industrial Center (GIIC) Deltamas, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (2/10/2026). 

Kunjungan ini digelar untuk menyerap aspirasi para pelaku industri jelang penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kawasan Industri.

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak 

Samuel menekankan bahwa masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan industri merupakan bagian tak terpisahkan dari ekosistem kawasan. Oleh sebab itu, pembangunan sektor industri tidak boleh hanya berfokus pada potensi investasi dan penyerapan tenaga kerja semata.

"Jangan lupakan kebudayaan, karena ini merupakan akar budaya dari suatu daerah," ujar Samuel menegaskan.

Guna memperkuat keterlibatan warga lokal, Samuel mendorong peningkatan kompetensi dan pembukaan kesempatan kerja secara transparan. Ia menyarankan pengelola kawasan industri memiliki data komprehensif terkait kebutuhan tenaga kerja dari setiap perusahaan. Dengan begitu, masyarakat sekitar dapat disiapkan agar memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan.

Lebih lanjut, ia berharap peningkatan keterampilan warga lokal tidak berhenti pada level pekerjaan pemula (entry level). Melalui program pendidikan dan pelatihan berkelanjutan, warga diharapkan sanggup bersaing mengisi posisi-posisi strategis.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

Menurut Samuel, keterlibatan aktif masyarakat dalam ekosistem industri—baik melalui penyerapan tenaga kerja, pemberdayaan UMKM, pendidikan, hingga pelestarian budaya—menjadi kunci harmonisasi hubungan sosial di sekitar kawasan.

"Ini yang akan membantu menekan potensi timbulnya demonstrasi. Ketika warga merasa tetap menjadi bagian dari kebudayaan tempat mereka tinggal, hubungan yang saling menguntungkan antara investor dan masyarakat akan tercipta," pungkasnya.

Samuel berharap arah pembangunan kawasan industri ke depan tidak sebatas mengejar masuknya modal asing maupun domestik, melainkan mampu membangun ekosistem inklusif yang menjaga karakter dan kearifan lokal.

Quote