Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sofwan Dedy Ardyanto, menyoroti minimnya dukungan anggaran dan peralatan operasional Basarnas Unit Siaga Borobudur, Kabupaten Magelang.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut, Sofwan membuka peluang menjembatani bantuan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), donatur, hingga pihak-pihak yang ingin membantu secara sukarela.
“Antara tugas yang harus diemban oleh Korp Basarnas dengan dukungan anggaran sangat timpang,” tegas Sofwan, dikutip Rabu (4/11/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Sofwan mengaku awalnya hanya ingin bersilaturahmi sekaligus berdiskusi dengan jajaran anggota Basarnas. Ia ingin mendengar secara langsung berbagai dinamika dan kendala yang dihadapi petugas ketika menjalankan tugas di lapangan.
“Dinamika di lapangan justru bisa kita serap dari kunjungan seperti ini,” ujarnya.
Menurut Sofwan, salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius adalah ketimpangan antara besarnya tanggung jawab Basarnas dengan dukungan anggaran yang tersedia. Padahal, Indonesia merupakan negara yang berada di kawasan ring of fire atau Cincin Api Pasifik sehingga memiliki potensi tinggi mengalami berbagai bencana alam.
Ia bahkan mengaku selama ini selalu mendorong agar anggaran dari lembaga lain dapat dialihkan untuk memperkuat dukungan terhadap Basarnas. Menurutnya, kebutuhan penanganan bencana dan kecelakaan merupakan persoalan nyata yang harus diantisipasi setiap saat.
"Nek bencana dan kecelakaan itu yang selalu kita hadapi. Meskipun sama-sama penting, tapi ya jangan sampai anggaran untuk kebencanaan dikurangi,” tandasnya.
Sofwan menilai, penguatan sarana dan prasarana Basarnas menjadi semakin penting jika melihat kondisi geografis Kabupaten Magelang dan wilayah sekitarnya. Keberadaan Gunung Merapi dan Merbabu serta potensi bencana tanah longsor menuntut kesiapan personel dan peralatan penyelamatan yang memadai.
Terlebih, memasuki musim hujan, potensi bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor perlu diantisipasi. Karena itu, ia menilai ketersediaan peralatan penyelamatan di Unit Siaga Basarnas Borobudur semestinya ditingkatkan secara signifikan.
“Di sini ada banyak potensi longsor. Mestinya menurut saya ya peralatannya itu kualifikasinya 10 kali lipat dari yang ada sekarang," katanya.
Keluhan mengenai keterbatasan peralatan tersebut sebelumnya disampaikan anggota Basarnas Unit Siaga Borobudur, Ryan Aris Pratama. Ia mengungkapkan, peralatan yang tersedia saat ini masih belum mencukupi, terutama untuk penanganan kecelakaan lalu lintas dan proses evakuasi korban.
"Ya, memang peralatan di sini minim. Khususnya untuk penanganan kecelakaan lalu lintas. Ya, lebih ke penanganan korbannya, peralatan kami terbatas," kata Ryan saat menyambut kunjungan Sofwan.
Ryan menjelaskan, selama ini pihaknya masih mengandalkan pengadaan dan bantuan peralatan dari kantor pusat untuk menambah kelengkapan operasional. Sementara itu, kebutuhan peralatan di lapangan terus berjalan seiring dengan berbagai potensi kejadian yang harus ditangani.
“Kalau untuk menambah alat, sementara kita nunggu dari pusat,” tandasnya.
Merespons kondisi tersebut, Sofwan menyatakan siap membantu menjembatani kebutuhan Basarnas Borobudur dengan pihak-pihak di luar pemerintah. Salah satu opsi yang dapat ditempuh adalah menggandeng perusahaan melalui program CSR maupun mengajak para donatur untuk berkontribusi menyediakan peralatan penyelamatan.
“Dengan terbatasnya support dari pemerintah pusat, ya apa yang bisa kita bantu lakukan, kita coba bantu untuk menjembatani CSR dan donatur ataupun hamba Allah,” ujarnya.
Ia berharap upaya tersebut dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu memenuhi kebutuhan peralatan Basarnas Unit Siaga Borobudur, sehingga kesiapan petugas dalam menghadapi kecelakaan maupun bencana di wilayah Kabupaten Magelang dan sekitarnya semakin optimal.

















































































