Jakarta, Gesuri.id – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mendorong percepatan penanganan tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Pati melalui aksi tracing (penelusuran) besar-besaran. Langkah strategis ini menyasar ribuan warga guna memutus rantai penularan di wilayah tersebut.
Hal itu ditegaskan Edy saat mendampingi Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr. Benjamin Paulus Octavianus dalam kunjungan kerja di Balai Desa Kutoharjo, Selasa (21/4).
Edy menjelaskan bahwa upaya penelusuran ini dilakukan terhadap 2.658 penderita TBC aktif beserta kontak eratnya. Dengan estimasi rata-rata lima kontak erat per pasien, total sasaran pemeriksaan diprediksi mencapai 13.290 orang.
Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo
"Pemeriksaan tidak hanya dilakukan kepada pasien, tetapi juga keluarga atau kontak erat mereka. Jika satu pasien memiliki lima kontak erat, maka total yang harus ditelusuri mencapai belasan ribu orang," ujar Edy.
Guna memastikan efektivitas, Edy meminta pendekatan dilakukan secara "jemput bola". Alih-alih menunggu di fasilitas kesehatan, tim medis akan dikerahkan ke balai desa atau kantor kecamatan menggunakan mobil rontgen dan alat Tes Cepat Molekuler (TCM).
"Satu titik ditargetkan mampu memeriksa 100 orang. Untuk itu, di Pati akan dilaksanakan kegiatan di sekitar 130 titik yang tersebar merata di seluruh wilayah," imbuh politisi PDI Perjuangan tersebut.
Dalam skema ini, warga yang terkonfirmasi positif akan langsung masuk ke dalam program pengobatan hingga dinyatakan sembuh total. Sementara itu, bagi kontak erat yang menunjukkan hasil negatif, pemerintah tetap memberikan Terapi Pencegahan TBC (TPT).
"Yang positif langsung diobati sampai tuntas. Sedangkan yang negatif tetap diberikan terapi pencegahan dengan konsumsi obat secara berkala seminggu sekali," jelasnya.
Tak hanya intervensi medis, Edy menekankan pentingnya perbaikan sanitasi lingkungan. Mengingat TBC berkaitan erat dengan kondisi hunian, penderita yang tinggal di rumah tidak layak—seperti kurang cahaya, ventilasi buruk, atau lantai lembap—akan mendapatkan bantuan bedah rumah.
Baca: Ganjar: Saya Tidak Bisa Asal Janji yang Nanti Tak Bisa Dilaksanakan
Program bedah rumah ini diprioritaskan bagi warga yang masuk dalam kategori desil 1–4 (kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan rendah).
"Lingkungan yang tidak sehat adalah faktor utama percepatan penularan. Perbaikan rumah menjadi bagian krusial dari penanganan TBC secara holistik," tegas Edy.
Melalui langkah serentak ini, Edy berharap angka kasus TBC di Kabupaten Pati dapat ditekan secara signifikan. "Target kita adalah penurunan kasus secara drastis, bahkan menuju nol kasus di masa depan," pungkasnya.

















































































