Denpasar, Gesuri.id – Di tengah padatnya agenda menghadiri London Climate Action Week 2026, Gubernur Bali, Wayan Koster, melakukan langkah strategis di luar forum resmi.
Ia mengunjungi dua simbol peradaban dan inovasi modern di Inggris, yakni Universitas Oxford dan Kantor Pusat Google di London. Langkah ini menjadi penegasan bahwa Bali berkomitmen menjadi pemain aktif dalam perubahan global.
Di Universitas Oxford, Koster disambut hangat oleh jajaran dosen, mahasiswa, serta diaspora Indonesia, termasuk para semeton Bali yang sedang menempuh studi magister (S-2) dan doktor (S-3). Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi produktif mengenai masa depan Bali yang bertumpu pada ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi internasional.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
"Kita harus membangun Bali dengan kekuatan sumber daya manusianya. Anak-anak Bali yang berprestasi di berbagai perguruan tinggi dunia adalah aset. Mereka harus menjadi jembatan transfer ilmu pengetahuan, teknologi, dan jejaring internasional untuk kemajuan Bali," tegas Wayan Koster setibanya di Denpasar, Minggu (5/7).
Menurut Koster, masa depan Bali tidak bisa lagi hanya bergantung pada keindahan alam dan sektor pariwisata konvensional. Mengingat dunia bergerak cepat menuju ekonomi berbasis pengetahuan dan teknologi, Bali harus mencetak generasi yang mampu bersaing di panggung global tanpa kehilangan akar budayanya.
Visi tersebut selaras dengan kebijakan pembangunan hijau yang selama ini gencar diterapkan Pemerintah Provinsi Bali. Mulai dari pemanfaatan energi bersih, transportasi ramah lingkungan, pembatasan plastik sekali pakai, hingga penguatan pertanian organik.
Berbagai kebijakan progresif inilah yang membawa Bali ke panggung dunia hingga diundang dalam ajang bergengsi London Climate Action Week 2026.
Usai dari Oxford, perjalanan dinas Koster berlanjut ke Kantor Pusat Google di London. Kunjungan yang difasilitasi oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Inggris, Desra Percaya, ini diterima langsung oleh Adhiguna Kuncoro, seorang ilmuwan muda asal Indonesia yang berkarier sebagai peneliti bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Google.
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
Di markas raksasa teknologi tersebut, Koster mengeksplorasi perkembangan lanskap digital dunia sekaligus menjajaki peluang kerja sama. Fokus diskusinya mengarah pada potensi Bali dalam membangun pusat data (data center) berbasis teknologi mutakhir untuk mendukung tata kelola kebudayaan, pariwisata, hingga penguatan ekonomi daerah.
"Bali harus berani masuk ke era digital dengan tetap menjaga jati dirinya. Teknologi bukan ancaman bagi budaya, tetapi alat untuk memperkuat kebudayaan, meningkatkan pelayanan publik, serta memperkuat daya saing ekonomi Bali di tingkat global," ujar Koster.
Kunjungan maraton ke Oxford dan Google ini membuktikan bahwa diplomasi pembangunan Bali kini menyasar sektor-sektor hulu, seperti pusat riset dunia, universitas terbaik, dan korporasi teknologi global.
Melalui langkah ini, Bali berupaya membawa pulang fondasi masa depan: ilmu dari Oxford dan inovasi dari Google, demi membangun daerah yang berakar kuat pada adat budaya namun adaptif terhadap kemajuan zaman.

















































































